Sudutkota.id– Warga Perum Istana Kanjuruhan, Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya pada Jumat (6/6/2025) pagi kemarin.
Korban diketahui bernama Sukatningsih (50), seorang wiraswasta yang sehari-hari tinggal di perumahan tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keluarga korban, lalu dilaporkan ke pihak berwajib sekitar pukul 10.45 WIB. Petugas jaga Polsek Gondanglegi langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ungkap Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin saat dikonfirmasi, Sabtu (07/06) sore.
Ia pun menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi-saksi di lokasi, korban diketahui mengidap beberapa penyakit menahun seperti vertigo, hipertensi, darah tinggi, hingga maag akut.
Putri korban, Teguh Cahya Madyaratni (30), serta ayah korban, Ngatenu (76), menguatkan bahwa kondisi kesehatan korban memang dalam keadaan rentan.
Usai evakuasi, jenazah Sukatningsih dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk proses visum. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan alasan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah. Penolakan tersebut dituangkan secara tertulis dalam surat pernyataan resmi.
“Keluarga menolak otopsi dan memilih visum luar saja. Kami menghargai keputusan itu. Namun, untuk keperluan administrasi, pemeriksaan saksi tetap kami lakukan,” tambah AKP Lukman.
Proses evakuasi melibatkan petugas Polsek Gondanglegi bersama tim PMI Kabupaten Malang. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Kematian mendadak Sukatningsih sempat mengundang tanya di lingkungan sekitar, namun kepolisian memastikan peristiwa ini tidak mengandung unsur kekerasan. Meski begitu, penyelidikan masih berlanjut untuk melengkapi keterangan dari para saksi. (mit)






















