Sudutkota.id – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, melakukan audiensi penting dengan jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (16/9/2025) pagi.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, perdagangan, dan transportasi untuk Kabupaten Malang.
“Pembangunan ini kami dorong agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” kata Lathifah Shohib.
Fokus pertama yang dibahas adalah pembangunan Sekolah Rakyat yang rencananya akan dibangun di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Menurutnya, hasil survei lapangan menunjukkan lokasi tersebut paling ideal karena dekat dengan pusat pemukiman warga.
“Kami ingin sekolah ini hadir di lokasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Lathifah juga mengangkat persoalan revitalisasi Pasar Lawang yang pernah terbakar pada tahun 2019 silam. Ia menilai, pembangunan kembali pasar dengan konsep modern sekaligus tradisional akan menggerakkan kembali roda perekonomian warga.
“Pasar Lawang adalah ikon perdagangan, maka perlu kita hidupkan kembali dengan wajah baru,” ujarnya.
Tak kalah penting, Wabup Malang juga menyinggung soal pembangunan Tol Malang–Kepanjen. Menurutnya, akses jalan tol ini akan menjadi jalur vital yang mendukung mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Malang.
“Tol ini akan menjadi pembuka konektivitas dan pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Malang,” tuturnya.
Ia menyebut, dalam waktu dekat akan ada rapat lanjutan bersama Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia untuk memastikan proyek tol tersebut masuk dalam program prioritas nasional. Lathifah berharap tol ini dapat segera dieksekusi paling cepat tahun 2026 atau paling lambat 2027.
“Kami ingin Kabupaten Malang benar-benar masuk radar prioritas pembangunan nasional,” tandasnya.
Lebih jauh, Lathifah menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di Malang harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan hanya proyek semata. Ia ingin agar setiap program yang diajukan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Setiap pembangunan yang kami usulkan selalu berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rencana di atas kertas,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Lathifah optimistis Kabupaten Malang bisa menjadi daerah dengan infrastruktur pendidikan, perdagangan, dan transportasi yang lebih maju. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung realisasi program-program tersebut.
“Kalau kita bersinergi, pembangunan Kabupaten Malang akan lebih cepat terwujud,” pungkasnya.






















