Peristiwa

Tungku Pabrik Tahu Meledak di Pakisaji, Satu Pekerja Tewas

23
×

Tungku Pabrik Tahu Meledak di Pakisaji, Satu Pekerja Tewas

Share this article
Petugas gabungan dari Polsek Pakisaji, TNI, PMI, dan warga mengevakuasi jenazah korban ledakan tungku pabrik tahu. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Ledakan tungku atau ketel pabrik tahu terjadi di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut menewaskan satu orang pekerja pabrik yang berada di lokasi kejadian saat aktivitas produksi berlangsung.

Kapolsek Pakisaji, AKP Sunarko, menjelaskan ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di gudang produksi pabrik tahu. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh suhu dan tekanan panas pada tungku atau ketel yang terlalu tinggi.

“Dari hasil kaji cepat di tempat kejadian perkara, ledakan diduga akibat temperatur atau tekanan panas pada tungku terlalu tinggi. Namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Malang,” terang AKP Sunarko.

Korban diketahui bernama Purnomo (50), warga Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, yang bekerja sebagai karyawan pabrik tahu tersebut. Saat kejadian, korban berada seorang diri di area tungku.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 05.30 WIB korban sudah berada di pabrik dan beraktivitas di sekitar tungku berbahan plat besi dengan kapasitas sekitar 700 liter, tinggi kurang lebih 1,20 meter dan diameter sekitar 70 sentimeter. Tungku tersebut digunakan untuk merebus air dengan bahan bakar kayu.

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban terlihat duduk di sisi timur ketel sambil mencuci kedelai. Tidak lama berselang, tepat pukul 06.30 WIB, terdengar suara ledakan keras dari arah gudang produksi.

“Saksi yang mendengar ledakan langsung berteriak dan berlari menuju lokasi kejadian. Saat tiba di gudang, korban ditemukan sudah tergeletak sekitar tiga meter dari tungku ke arah timur,” jelas Sunarko.

Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan. Tangan kiri korban dilaporkan hilang akibat ledakan, sementara tubuhnya tertutup abu dan material sisa ledakan. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Pada saat peristiwa terjadi, pemilik pabrik tahu, Muhammad Ridwan, diketahui tidak berada di lokasi. Yang bersangkutan disebut sedang berada di luar pabrik untuk mengecek distribusi tahu ke sejumlah toko pelanggan.

Karena gudang produksi dalam kondisi terkunci dari luar, warga sekitar kemudian menghubungi pihak Polsek Pakisaji dan Koramil setempat. Aparat gabungan segera datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Tim Inafis Polres Malang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan assessment atau kaji cepat guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di area pabrik.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 09.40 WIB dan berjalan aman serta lancar dengan pengawalan petugas kepolisian.

Selain pihak kepolisian, sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya personel Koramil Pakisaji, Bhabinkamtibmas, Tim Inafis Polres Malang, aparat Kecamatan Pakisaji, perangkat Desa Sutojayan, PMI Kabupaten Malang, serta masyarakat sekitar.

Akibat ledakan tersebut, sebagian bangunan gudang pembuatan tahu mengalami kerusakan cukup parah. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti meledaknya tungku pabrik tahu tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga mengimbau para pelaku usaha untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja, khususnya penggunaan tungku atau peralatan dengan tekanan dan suhu tinggi,” pungkas AKP Sunarko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *