Sudutkota.id – Setelah melalui tahap persiapan panjang, layanan transportasi massal Trans Jatim koridor Malang–Batu dipastikan segera beroperasi. Peluncuran resminya dijadwalkan pada 20 November 2025, dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Balai Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wijaya Saleh Putra, mengatakan bahwa kehadiran Trans Jatim menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di wilayah Malang Raya.
“Alhamdulillah, Trans Jatim untuk koridor Malang–Batu siap diluncurkan pada 20 November nanti. Ibu Gubernur akan meresmikan langsung di Balai Kota Malang,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Wijaya menjelaskan, pada tahap awal akan dioperasikan lima armada bus berkapasitas sedang. Bus tersebut akan melayani rute utama Batu – Malang dengan sistem shuttle yang berhenti di sejumlah titik pemberhentian terpilih.
“Total ada lima belas armada yang siap beroperasi. Bus ini melayani trayek Batu–Malang dan sebaliknya dengan pola berhenti di titik-titik tertentu yang sudah disurvei bersama Dishub Provinsi,” terang Wijaya.
Ia menambahkan, rute Trans Jatim koridor Malang–Batu akan melintasi jalur utama penghubung kedua wilayah, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam tergantung kondisi lalu lintas.
Hasil survei bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menetapkan sebanyak 18 titik pemberhentian yang akan difungsikan sebagai halte maupun rambu stop bus.
“Dari hasil survei bersama Dishub Provinsi, ada 18 titik pemberhentian. Tidak semuanya berbentuk shelter karena keterbatasan infrastruktur di lapangan. Beberapa hanya diberi tanda stop untuk naik-turun penumpang,” jelasnya.
Pemberhentian tersebut mencakup jalur pulang-pergi (PP), baik dari arah Batu menuju Malang maupun sebaliknya. Di dalam wilayah Kota Malang sendiri, beberapa titik akan difungsikan sebagai shelter utama, yang nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi perkotaan lainnya seperti Angkot dan Bus Audi milik Pemkot Malang.
Program Trans Jatim merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dengan konsep transportasi publik murah, aman, dan ramah lingkungan. Setelah sukses di beberapa koridor seperti Sidoarjo–Surabaya dan Gresik–Surabaya, kini giliran Malang Raya menjadi fokus pengembangan berikutnya.
“Trans Jatim ini memang dirancang untuk memudahkan mobilitas masyarakat antarwilayah dengan tarif terjangkau, sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Malang Raya,” ujar Wijaya.
Selain menyediakan armada bus, Dishub Kota Malang juga menyiapkan sistem pendukung berupa rambu, marka, serta fasilitas pendukung keselamatan penumpang di titik-titik pemberhentian.
“Untuk tahap awal, fokus kami memastikan layanan bisa berjalan baik dan nyaman. Setelah itu, baru akan dievaluasi untuk pengembangan jumlah armada maupun titik pemberhentian tambahan,” pungkasnya.






















