Daerah

Tradisi Unik, Bumiayu Kota Malang Bentangkan Bendera Sesuai Usia Kemerdekaan RI

124
×

Tradisi Unik, Bumiayu Kota Malang Bentangkan Bendera Sesuai Usia Kemerdekaan RI

Share this article
Tradisi Unik, Bumiayu Kota Malang Bentangkan Bendera Sesuai Usia Kemerdekaan RI
Babinsa Kelurahan Bumiayu, Kopral Satu Aris.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang berlangsung meriah dan penuh makna. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah kirab bendera merah putih sepanjang 3×80 meter yang digelar oleh Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) bersama elemen masyarakat.

Babinsa Kelurahan Bumiayu, Kopral Satu Aris, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang persatuan dan kebersamaan.

“Kirab bendera sepanjang 3×80 meter ini mencerminkan sinergitas antara TNI, Polri, ASN di tingkat kewilayahan, serta seluruh elemen masyarakat. Mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pak Lurah, kelembagaan kelurahan, hingga warga Bumiayu, semuanya bersatu untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Harapannya, masyarakat semakin memiliki jiwa nasionalisme dan kebangsaan,” kata Aris.

Kirab dimulai dari kantor Kelurahan Bumiayu pada pukul 10.00 WIB. Begitu sirine berbunyi, bendera raksasa dibentangkan hingga mencapai perempatan jalan. Pemandangan ini membuat para pengguna jalan ikut spontan memberi penghormatan dengan berdiri tegak menghadap bendera merah putih.

Tradisi pembuatan bendera panjang di Bumiayu ternyata sudah berlangsung sejak lama. Pada peringatan HUT RI ke-78 tahun 2023, Satlinmas Bumiayu membuat bendera sepanjang 78 meter secara swadaya.

Tahun berikutnya ditambah satu meter, begitu pula pada tahun-tahun selanjutnya hingga tahun ini mencapai panjang 3×80 meter, sesuai usia kemerdekaan Republik Indonesia.

Bendera tersebut dibuat manual oleh anggota Linmas Bumiayu dengan cara dijahit tangan, kemudian diperkuat dengan jahitan mesin. Bahkan, bahan kainnya didapatkan melalui swadaya masyarakat dan dukungan elemen kelembagaan di Bumiayu.

“Ini adalah hasil kebersamaan. Mulai dari pengadaan kain, penjahitan hingga pengibaran, semuanya dikerjakan gotong royong. Semangatnya adalah bagaimana kita sebagai warga bisa memberi makna dalam peringatan kemerdekaan,” imbuh Aris.(mit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *