Peristiwa

Tebing 8 Meter Longsor di Kasembon, Tiga Rumah Warga Wonoagung Rusak

6
×

Tebing 8 Meter Longsor di Kasembon, Tiga Rumah Warga Wonoagung Rusak

Share this article
Tebing 8 Meter Longsor di Kasembon, Tiga Rumah Warga Wonoagung Rusak
Petugas gabungan saat berada di lokasi longsor dan menimpa permukiman warga di RT 05 RW 02 Dusun Sempu Lor, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.idHujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Senin (2/3/2026) sore, memicu terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Sempu Lor, Desa Wonoagung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

“Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kasembon sejak pukul 15.00 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 25 meter mengalami longsor dan menimpa rumah warga serta kandang sapi,” ujar Sadono dalam laporannya.

Peristiwa itu tepatnya terjadi di RT 05 RW 02 Dusun Sempu Lor, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon.

Data sementara BPBD mencatat sedikitnya tiga rumah warga terdampak akibat material tanah yang longsor, yakni:

Rumah milik Kasiono, mengalami kerusakan pada bagian kamar tidur.

Rumah milik Evanto, mengalami kerusakan pada kamar tidur dan kandang sapi.

Satu rumah lainnya milik Kasiono, mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. “Untuk kerugian personel nihil. Namun material longsoran menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian rumah warga,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan kejadian, tim BPBD Kabupaten Malang wilayah Malang Barat bersama anggota Koramil 0818/03 Kasembon, Polsek Kasembon, relawan Kecamatan Kasembon, serta perangkat desa dan masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pembersihan material longsor.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan di antaranya koordinasi dengan pihak terkait, pendataan dampak kerusakan, kerja bakti pembersihan bersama warga, serta pelaporan berjenjang ke komando atas.

BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan tebing rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di daerah dengan kontur labil.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih dilakukan secara gotong royong oleh petugas gabungan dan warga sekitar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *