Daerah

Sawah Terendam Banjir di Ngusikan Jombang Viral di Medsos, Hingga jadi Wisata Dadakan

3
×

Sawah Terendam Banjir di Ngusikan Jombang Viral di Medsos, Hingga jadi Wisata Dadakan

Share this article
Air banjir yang merendam lahan pertanian di Dusun Ketapangrejo, Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial.
Wisata dadakan baru di Ngusikan, Jombang.(foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Air banjir yang merendam lahan pertanian di Dusun Ketapangrejo, Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial.

Genangan air yang meluas di area persawahan ini bahkan disebut menyerupai pantai, sehingga menarik perhatian warga.

Fenomena banjir di Ngusikan Jombang tersebut menggenangi sekitar 17 hektare lahan sawah. Alih-alih sepi, lokasi ini justru ramai dikunjungi warga yang datang untuk bersantai, berfoto, hingga menikmati suasana senja di tepian genangan air.

Salah satu pengunjung, Radit (30), mengaku tertarik datang karena suasana di lokasi yang sejuk dan terbuka untuk umum.
“Suasananya enak, sejuk. Gratis juga,” ujarnya, Kamis (15/12/2026).

Radit mengatakan, dirinya mengetahui keberadaan lokasi tersebut dari video banjir sawah Jombang yang beredar luas di media sosial.

“Saya tahunya dari media sosial, videonya viral. Makanya saya ke sini pengin lihat langsung,” katanya.

Meski ramai dikunjungi, sejumlah warga mengaku prihatin dengan dampak banjir terhadap petani.

Eko (25), salah satu pengunjung, mengatakan bahwa keindahan pemandangan tidak menutupi kerugian besar yang dialami petani.

“Kasihan petani sebenarnya. Berapa hektare sawah mereka yang kena banjir ini, pasti sangat rugi,” ucapnya.

Kerugian tersebut dirasakan langsung oleh petani setempat. Andi (38), petani di Dusun Ketapangrejo, mengungkapkan bahwa banjir membuat lahan miliknya gagal panen.

“Lahan saya dua hektare, habis kena banjir. Rugi semuanya. Sudah tidak bisa diharapkan lagi,” ungkap Andi.

Ia memperkirakan total kerugian yang dialaminya nyaris mencapai Rp10 juta. “Kerugian kira-kira mencapai puluhan juta rupiah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *