Daerah

Protes Jalan Rusak, Warga Mojowarno Jombang Tanami Akses ke Makam dengan Pohon Pisang dan Singkong

33
×

Protes Jalan Rusak, Warga Mojowarno Jombang Tanami Akses ke Makam dengan Pohon Pisang dan Singkong

Share this article
Protes Jalan Rusak, Warga Mojowarno Jombang Tanami Akses ke Makam dengan Pohon Pisang dan Singkong
Kondisi jalan rusak yang ditanami pohon pisang dan singkong oleh warga.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Jalan lingkungan desa di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, viral di media sosial setelah warga menanaminya dengan pohon pisang dan singkong.

Aksi protes itu dilakukan lantaran kondisi jalan rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Jalan yang ditanami tersebut merupakan akses warga menuju makam wilayah Mojowarno 2, Desa Mojowarno.

Kerusakan jalan disebut sudah berlangsung lama dengan panjang mencapai sekitar 600 meter dan lebar kurang lebih 3,5 meter.

Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno 2, Eko Supriyanto (41) membenarkan bahwa video penanaman pohon di jalan rusak yang viral di media sosial Facebook merupakan warganya.

Menurut Eko, aksi itu muncul sebagai bentuk kekecewaan warga karena jalan menuju makam desa rusak menahun dan belum juga mendapat perbaikan.

“Harapannya warga ini segera ada pembenahan. Itu kan jalan ke makam, warga sudah lama mengeluh. Baru kali ini saja ada tanggapan,” kata Eko, Jumat (30/1/2026).

Ia menyebut, warga setempat telah dua tahun mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Meski pemerintah desa telah menyampaikan rencana perbaikan, warga akhirnya tak sabar karena kondisi jalan semakin parah.

“Sudah lama warga mengeluh. Katanya masih disosialisasikan dan mau perencanaan, tapi warga sudah tidak sabar,” ujarnya.

Eko menjelaskan, penanaman pohon pisang dan singkong dilakukan pada Kamis sore (29/1/2026) sebagai bentuk protes spontan warga.

“Itu inisiatif warga, ditanam sekitar jam setengah lima sore. Bentuk protes karena sudah tidak sabar,” paparnya.

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi terakhir dengan pemerintah desa, jalan tersebut dipastikan akan diperbaiki tahun ini.

“Tahun ini diperbaiki. Tadi saya juga sudah ditelepon pak lurah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, membenarkan bahwa jalan rusak yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa.

Menurutnya, kerusakan terjadi karena kapasitas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten, sementara kerap dilintasi kendaraan berat.

“Kelas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten. Sementara yang lewat kadang truk-truk besar pengangkut hasil panen,” jelas Tatag.

Ia menegaskan, pemerintah desa selama ini telah berupaya melakukan perawatan jalan secara bertahap. Untuk tahun 2026, perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan melalui Program Desa Mantra.

“Sudah dimasukkan dalam program desa Mantra tahun ini. Jadi tetap kita perhatikan keluhan masyarakat,” paparnya.

Meski demikian, Tatag menyayangkan aksi warga yang menanam pohon di jalan tersebut.

“Seharusnya bisa disampaikan baik-baik. Dalam musdes dan musrenbang sudah kita rencanakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki keterbatasan dalam menangani seluruh keluhan warga secara bersamaan.

“Kami tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan desa sekaligus,” katanya.

Terkait tingkat kerusakan, Tatag menyebut bagian yang paling parah sekitar 300 meter, khususnya di jalur menuju makam.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, memastikan bahwa jalan rusak yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa, bukan jalan kabupaten.

“Kami sudah cek ke lapangan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 600 meter dengan lebar 3,5 meter ini adalah jalan lingkungan desa. Kewenangan perbaikan ada di pemerintah desa, bukan di Dinas PUPR,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *