Daerah

Produksi WTP Pandanwangi Tersendat, Tugu Tirta Tak Kompromi Soal Kualitas Air

17
×

Produksi WTP Pandanwangi Tersendat, Tugu Tirta Tak Kompromi Soal Kualitas Air

Share this article
Produksi WTP Pandanwangi masih tersendat, namun Perumda Tugu Tirta Kota Malang menegaskan tidak berkompromi soal kualitas air minum bagi warga.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait produksi dan kualitas air di WTP Pandanwangi. (Foto: Sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Produksi air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (WTP) Pandanwangi belum sepenuhnya berjalan optimal. Meski demikian, Perumda Tugu Tirta Kota Malang menegaskan tidak akan berkompromi terhadap kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menegaskan bahwa air yang dihasilkan WTP Pandanwangi telah memenuhi standar air minum, bukan sekadar air layak pakai.

Menurutnya, menjaga mutu air merupakan prinsip utama yang tidak bisa ditawar, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala teknis.

“Kualitas air Perumda Tugu Tirta Kota Malang, khususnya dari WTP Pandanwangi, itu kualitas air minum, bukan lagi air layak. Karena itu kami benar-benar menjaga kualitas air yang keluar dari WTP,” ujar Priyo kepada awak media.

Priyo menjelaskan, evaluasi terhadap kinerja WTP Pandanwangi dilakukan secara rutin setiap bulan. Evaluasi ini meliputi aspek kualitas air, stabilitas produksi, hingga kesiapan operasional. Jika ditemukan hasil yang tidak sesuai standar, pihaknya tidak segan mengambil langkah tegas.

“WTP Pandanwangi tiap bulan selalu kami evaluasi. Kalau kualitas airnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan, akan langsung kami tindak. Tidak ada kompromi,” tegasnya.

Terkait kapasitas produksi, Priyo menyebutkan bahwa kebutuhan ideal WTP Pandanwangi berada di angka 200 liter per detik (LPS). Namun hingga saat ini, produksi air baru mampu mencapai sekitar 171 LPS dan belum dapat terpenuhi secara konsisten.

“Sekarang produksinya masih di kisaran 171 LPS. Itu pun belum stabil karena masih ada gangguan. Hampir setiap bulan selalu ada trouble,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, gangguan teknis tersebut kerap berdampak pada kuantitas dan kualitas air. Beberapa kali, produksi air tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan sehingga tidak dapat langsung didistribusikan ke pelanggan.

“Kalau kualitasnya tidak memenuhi standar, air tidak kami alirkan. Prinsip kami jelas, masyarakat harus menerima air yang aman dan berkualitas,” kata Priyo.

Meski produksi masih tersendat, Perumda Tugu Tirta terus melakukan pembenahan di WTP Pandanwangi. Langkah-langkah perbaikan teknis dan penguatan pengawasan mutu terus dilakukan agar kapasitas produksi bisa meningkat tanpa mengorbankan kualitas.

“Kami lebih memilih debit sedikit berkurang daripada kualitas air turun. Itu komitmen kami sebagai penyedia layanan air minum bagi warga Kota Malang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *