Sudutkota.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Mapolres Malang, menghadirkan suasana berbeda dengan kehadiran Polisi Wanita (Polwan) Polres Malang. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga tampil sebagai wajah humanis Polri di tengah dinamika massa, pada Sabtu (30/8/25).
“Polwan kami tampilkan di garis depan agar situasi tetap terkendali,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar.
Sejak awal aksi, Polwan berdiri berhadapan langsung dengan peserta unjuk rasa. Senyum dan sapaan mereka menjadi strategi awal untuk mencairkan ketegangan yang sempat muncul dari barisan mahasiswa.
“Kehadiran mereka mampu menenangkan emosi massa yang mulai meninggi,” jelas Bambang.
Tidak berhenti di situ, Polwan juga aktif mengajak dialog mahasiswa. Cara komunikatif yang mereka lakukan membuat jalannya aksi terasa lebih sejuk dibandingkan biasanya.
“Mereka berperan sebagai jembatan komunikasi agar aspirasi bisa disampaikan dengan cara yang damai,” ucap Bambang.
Menurut Bambang, Polwan memiliki nilai strategis saat aksi unjuk rasa. Selain lebih mudah diterima mahasiswa, pendekatan mereka juga menegaskan sisi persuasif Polri dalam pelayanan masyarakat.
“Inilah yang menunjukkan wajah humanis Polri di mata publik,” terang Bambang.
Bahkan, beberapa Polwan terlihat mendekati koordinator lapangan mahasiswa untuk memastikan jalannya aksi tetap terkendali. Kehadiran mereka turut mengurangi potensi gesekan di lapangan.
“Dengan cara itu, dinamika massa bisa lebih terkelola,” tambah Bambang.
Situasi semakin kondusif ketika Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. turun langsung menemui massa. Polwan yang berada di barisan depan memastikan pertemuan tersebut berlangsung lancar.
“Polwan ikut membantu menjaga ritme aksi agar tetap dalam koridor damai,” kata Bambang.
Menjelang sore, aksi mahasiswa berakhir tertib tanpa insiden. Massa pun membubarkan diri dengan damai, sementara Polwan tetap bersiaga hingga seluruh rangkaian selesai.
“Alhamdulillah, peran Polwan hari ini benar-benar luar biasa,” tutup Bambang.