Sudutkota.id – Upaya pencarian terhadap AAP (15), remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, memasuki hari kedua, pada Selasa (2/12/2025).
Meski telah dikerahkan perahu karet, penyisiran darat, serta pemantauan dari beberapa titik rawan, tim SAR gabungan masih belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Salah satu relawan Tagana Kabupaten Malang, Mustofa, mengatakan sejak pagi tim sudah menyisir sungai menggunakan perahu untuk mengobek arus di lokasi korban diduga tenggelam. Upaya ini dilakukan berulang-ulang dengan pola zig-zag agar kemungkinan korban tersangkut atau terbawa arus dapat terdeteksi.
“Sejak pagi tim mengobek arus menggunakan perahu karet di titik awal hilangnya korban hingga beberapa ratus meter ke hilir. Tapi sampai siang ini belum ada tanda-tanda korban,” ujar Mustofa di lokasi pencarian, Selasa (2/12/2025) sore.
Menurutnya, medan pencarian yang dipenuhi pusaran kecil dan arus kuat membuat proses penyisiran menjadi lebih sulit. Tim kemudian memperluas sektor pencarian hingga beberapa kilometer dari titik awal.
“Arus hari ini cukup deras sehingga peluang korban terbawa jauh sangat mungkin. Tapi semua tim tetap berupaya semaksimal mungkin,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, korban AAP, adalah warga Jalan Sumedang Kamulyan, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. Ia dilaporkan hilang dan diduga tenggelam, pada Senin (1/12/2025) sore. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB.
Sunarto, petani setempat, menjadi saksi pertama. Ia mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai dan melihat dua anak berada di tepi kolam, sementara satu anak yang kemudian diketahui Alfian sudah berada sekitar lima meter dari bibir sungai dan terseret arus.
“Saya coba menolong, tapi arusnya kuat sekali,” ujar Sunarto kepada petugas.
Diduga, korban dan seorang temannya sedang memancing dan bermain di tepi sungai sebelum terpeleset dan jatuh ke aliran air.
Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kepanjen. Kapolsek Kepanjen AKP Subijanto, SH, bersama anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan penyisiran awal. Namun hingga malam, pencarian dihentikan karena kondisi gelap.
“Dilanjutkan besok pagi bersama tim gabungan,” ujar salah satu petugas saat itu.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Tagana, SAR Awangga, PMI, TNI-Polri, dan relawan warga masih terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Brantas.






















