Daerah

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp15,8 M untuk Proyek Perbaikan Jalan Kepanjen–Pagak Kabupaten Malang

196
×

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp15,8 M untuk Proyek Perbaikan Jalan Kepanjen–Pagak Kabupaten Malang

Share this article
Pemerintah Pusat Kucurkan Rp15,8 M untuk Proyek Perbaikan Jalan Kepanjen–Pagak Kabupaten Malang
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, H. Hadi Mustofa, S.Kom.(foto:sudutkota.id/dok)

Sudutkota.id – Jalan Protokol Kepanjen–Pagak, salah satu ruas penghubung penting di wilayah Kabupaten Malang, dipastikan masuk daftar prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun 2025.

Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, H. Hadi Mustofa, S.Kom atau yang akrab disapa Gus Top, setelah melakukan koordinasi dan pengecekan langsung di Kementerian Pekerjaan Umum.

Ruas sepanjang Kepanjen menuju Pagak selama ini menjadi salah satu jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pergerakan logistik, pelajar, hingga pekerja harian.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan parah di sejumlah titik telah menimbulkan keresahan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Dari hasil koordinasi kami di kementerian, anggaran perbaikan sudah disiapkan dan masuk dalam program kerja 2025. Ini kabar yang sangat ditunggu oleh masyarakat,” ujar Gus Top, pada sudutkota.id, Kamis (4/12/2025).

Gus Top mengungkapkan bahwa anggaran yang telah disiapkan pemerintah pusat mencapai Rp15,8 Miliar. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk menangani titik-titik kerusakan berat yang mencakup ruas hingga kawasan SMA Taruna, yang menjadi salah satu titik padat aktivitas.

Menurutnya, proyek ini sudah memasuki tahap akhir perencanaan di kementerian dan tinggal menunggu proses administrasi sebelum pekerjaan dimulai pada tahun anggaran 2025.

“Insya Allah pembangunan dari Kepanjen ke Pagak sampai SMA Taruna sudah masuk program. Nilai anggarannya kurang lebih Rp15,8 Miliar, dan saat ini sedang dalam proses finalisasi,” katanya.

Sebelum memastikan langsung anggaran tersebut, Gus Top terlebih dahulu meninjau kondisi jalur Kepanjen–Pagak pada bulan sebelumnya.

Dari hasil kunjungan itu, ia menemukan sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah berupa retakan lebar, permukaan bergelombang, hingga lubang besar yang membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Dalam dialog dengan masyarakat setempat, berbagai keluhan muncul mengenai sulitnya akses transportasi, kerusakan kendaraan, hingga meningkatnya kejadian kecelakaan.

“Warga menyampaikan langsung aspirasi mereka. Banyak yang terpaksa memperlambat kendaraan karena takut terperosok. Kondisinya memang cukup mengkhawatirkan,” terangnya.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan sebelum proyek besar berjalan, Gus Top telah mendorong adanya tindakan cepat berupa penutupan sementara beberapa lubang jalan. Upaya darurat tersebut dilakukan agar jalur tidak semakin membahayakan masyarakat.

“Kemarin sudah kami minta dilakukan penambalan atau salop. Langkah ini penting untuk memberikan keamanan dasar bagi pengguna jalan sampai pembangunan permanen dilakukan,” jelasnya.

Walau proyek ini dibiayai oleh pemerintah pusat, Gus Top menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tetap sangat dibutuhkan, terutama dalam menyampaikan informasi pembangunan secara jelas kepada masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mengurangi keresahan warga sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Saya berharap dinas terkait ikut menenangkan warga dan memberikan informasi yang benar. Saya tahu betul betapa parahnya kondisi jalan itu, jadi proses komunikasi sangat penting,” tegasnya.

Dengan telah adanya alokasi anggaran yang dikonfirmasi langsung dari kementerian, ia mengajak masyarakat sabar menunggu hingga tahap eksekusi dimulai tahun depan.

Ia memastikan bahwa proses ini sudah berada di jalur yang tepat dan hanya tinggal menunggu waktu.

“Insya Allah perbaikan bisa segera dilaksanakan. Anggarannya sudah ada, programnya sudah masuk, hanya menunggu pelaksanaan. Mohon warga sedikit bersabar,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Tantri Bararoh, yang membidangi pembangunan belum memberikan keterangan lebih lanjut, meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Di bagian lain, pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang belum juga memberikan pernyataan resminya. Bahkan hingga sudah masuk akhir tahun anggaran 2025, DPUBM belum juga memberi sinyal kapan perbaikan jalan tersebut dilaksanakan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *