Sudutkota.id – Aktivitas pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di halaman SDN Mojongapit 3, Kecamatan/Kabupaten Jombang, resmi dihentikan.
Penghentian dilakukan setelah muncul protes dari wali murid yang menilai tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan rencana pembangunan tersebut.
Padahal, sejumlah bangunan sekolah sudah terlanjur dirobohkan dan diratakan. Termasuk papan nama sekolah yang baru selesai dibangun juga ikut dibongkar oleh alat berat.
Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, mengatakan penghentian pembangunan KDMP dilakukan karena belum ada kesepakatan resmi antara wali murid dan Pemerintah Desa Mojongapit.
“Selama ada ujian dan proses pembelajaran berlangsung, termasuk belum ada kesepakatan, silakan dihentikan pekerjaannya. Tadi pagi alat berat sudah bergerak dan kita hentikan,” ujar Zumaroh, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan lokasi yang digali untuk pembangunan KDMP sebelumnya merupakan lapangan olahraga siswa dan panggung permanen yang biasa digunakan untuk kegiatan pentas seni.
“Lapangan olahraga, papan nama sekolah, dan panggung itu semuanya di situ. Tapi sekarang sudah dirobohkan. Kami berharap nanti ada solusi dalam musdes lanjutan,” katanya.
Zumaroh menekankan aktivitas pembangunan harus berhenti total hingga ada kesepakatan. “Alat berat juga sudah dipindahkan. Semuanya menunggu kemufakatan di musdes kedua,” tambahnya.
Kepala Desa Mojongapit, M. Iskandar Arif, membenarkan bahwa pekerjaan dihentikan sementara akibat keberatan wali murid.
Menurutnya, musyawarah desa (musdes) kedua akan digelar untuk menyerap aspirasi wali murid yang merasa tidak mengetahui proses musdes pertama.
“Wali murid merasa waktu musdes pertama tidak diberi tahu. Padahal kami sudah mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, dan karang taruna. Mungkin ada yang kurang paham,” jelasnya.
Iskandar menegaskan papan nama sekolah yang sudah dirobohkan akan dibangun kembali di bagian depan sekolah, bukan dipindah ke belakang sebagaimana isu yang berkembang.
“Papan tetap akan kita benahi di depan. Tidak mungkin dibangun di belakang,” tegasnya.
Selain itu, lapangan yang telah dibongkar rencananya akan dipindah ke bagian belakang sekolah agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
“Nanti di belakang akan dibangun lapangan yang bisa dipakai upacara dan olahraga. Tidak mengganggu kegiatan belajar,” ujarnya.
Iskandar menyebut musdes lanjutan untuk membahas masa depan pembangunan KDMP Mojongapit akan digelar dalam dua hingga tiga hari ke depan melibatkan unsur desa, dinas terkait, kecamatan, hingga Babinsa.
Ketika ditanya apakah lokasi KDMP akan dipindah ke tempat lain, ia mengaku belum bisa memastikan.
“Itu belum bisa dipastikan. Masih menunggu hasil musdes kedua yang mengundang wali murid,” katanya.
Ia juga memastikan bangunan lama yang terlanjur dirobohkan akan diganti. “Yang jelas papan nama sekolah tetap dipasang. Bangunan lama yang dirobohkan itu memang sudah tidak dipakai,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Mojongapit, Kecamatan Jombang, menyediakan lahan untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) menuai dampak sosial.
Sejumlah fasilitas di SDN Mojongapit 3 Jombang dibongkar meski aktivitas belajar mengajar masih berlangsung.
Pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di Desa Mojongapit mulai menimbulkan polemik setelah pemdes memutuskan memanfaatkan halaman SDN Mojongapit 3 sebagai lokasi bangunan.
Pembongkaran fasilitas sekolah dilakukan menggunakan alat berat pada Jumat (28/11/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan alat berat menurunkan papan nama sekolah dan panggung permanen yang baru dibangun dua bulan lalu. Aktivitas tersebut membuat pihak sekolah terkejut.
“Hari ini alat berat diturunkan untuk menghancurkan papan nama SDN Mojongapit 3 dan panggung yang baru kami bangun dua bulan lalu,” ujar Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, Sabtu (29/11/2025), lalu.






















