Sudutkota.id – Kondisi Pasar Perak Jombang di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kian terpuruk meski telah direvitalisasi dengan anggaran hampir Rp 10 Miliar.
Sejak penerapan sistem retribusi elektronik, aktivitas jual beli justru semakin lesu. Puluhan kios tutup, pembeli enggan datang, dan sejumlah pedagang memilih angkat kaki.
Revitalisasi Pasar Perak Jombang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 2021 dengan anggaran sekitar Rp 6.631.705.000. Tahap kedua menghabiskan Rp 4.135.076.000 dan rampung pada 2022. Peresmian pasar dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada April 2023.
Bangunan pasar yang diproyeksikan menjadi percontohan konsep smart economy atau ekonomi cerdas itu, kini justru menghadapi persoalan klasik: sepinya pembeli dan banyaknya kios kosong.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang belum menentukan langkah lanjutan usai penyegelan dan pengambilalihan puluhan kios di Pasar Perak.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, mengungkapkan terdapat 50 kios yang saat ini berada di bawah kendali pemerintah kabupaten.
“Kami masih menunggu arahan pimpinan. Apakah nanti kios diserahkan kepada pedagang yang berminat menempati atau ada kebijakan lain,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, pihaknya telah melaporkan perkembangan tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang. Keputusan selanjutnya menunggu kebijakan dari Sekda.
“Kami sudah melaporkan ke Pak Sekda. Saat ini masih menunggu arahan terkait kios Pasar Perak ke depannya,” tambahnya.
Meski begitu, aktivitas perdagangan belum sepenuhnya berhenti. Sebagian kios, terutama di lantai satu, masih difungsikan pedagang. “Sebagian kios tetap digunakan pedagang, khususnya di lantai satu,” jelasnya.
Kondisi memprihatinkan paling terasa di lantai dua. Sejak direvitalisasi dan diberlakukan sistem pembayaran retribusi elektronik, aktivitas perdagangan semakin sepi.
Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap efektivitas revitalisasi Pasar Perak Jombang yang menghabiskan anggaran besar.
Alih-alih menjadi pasar modern berbasis ekonomi cerdas, realitas di lapangan menunjukkan banyak kios mangkrak dan daya tarik pasar menurun.
Publik kini menanti langkah konkret Pemkab Jombang untuk menyelamatkan Pasar Perak Jombang agar kembali menjadi pusat perdagangan yang hidup dan menopang perekonomian pedagang kecil di Kecamatan Perak.





















