Daerah

Nobar Film “Panggil Aku Ayah” Bersama 180 Kader Bangga Kencana Malang

14
×

Nobar Film “Panggil Aku Ayah” Bersama 180 Kader Bangga Kencana Malang

Share this article
Nobar film panggil aku ayah.
Foto Bersama 180 kader pelaksana dan pengelola Program Bangga Kencana se-Kota Malang.. (Foto: Sudutkota.id/ded)

Sudutkota.id – Nonton bareng (nobar) film Panggil Aku Ayah diikuti sekitar 180 kader pelaksana dan pengelola Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) se-Kota Malang.

Hadir dalam kesempatan ini Tenaga Ahli Menteri, Aulia Rayimas Tinkar, anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Malang Joko, Ketua dan pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kota Malang. Juga ada Kepala Perwakilan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Jawa Timur, Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) IPeKB (Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana) Kota Malang Danial Mukti, serta para penyuluh KB (Keluarga Berencana).

Ketua IPeKB (Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana) Kota Malang, Danial Mukti, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga,” kata Danial Mukti, SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sudah dilakukan hampir di seluruh kota di Jawa Timur. Meski tema film menekankan sosok ayah, banyak peserta nobar justru didominasi ibu-ibu.

Baca Juga :  Pramuka Garuda Jadi Teladan, Saka Pariwisata Dorong Kreativitas Generasi Muda

“Hal ini bagian dari strategi agar pesan film dapat dipahami secara menyeluruh oleh seluruh anggota keluarga,” ujarnya.

Tenaga Ahli Menteri BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), Aulia Rayimas Tinkar, menegaskan bahwa pesan utama film ini tidak hanya ditujukan bagi ayah, tetapi seluruh keluarga.

“Pak Menteri selalu menekankan bahwa ketahanan sebuah negara berawal dari ketahanan keluarga. Fenomena fatherless atau absennya peran ayah dalam keluarga kini menjadi tantangan serius di Indonesia. Karena itu, lewat film ini kita belajar pentingnya parenting edukasi, pentingnya kebersamaan ayah dan ibu dalam membesarkan anak,” ungkap Aulia.

Ia menambahkan, peran ayah tidak boleh sebatas penyedia kebutuhan material, melainkan juga dukungan non-material seperti membimbing anak agar mandiri dan kuat menghadapi tantangan hidup.

“Ayah harus hadir bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Anak perlu merasakan bonding, ikatan dengan orang tua, baik ayah maupun ibu,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Kota Batu Digegerkan Penemuan Jenazah Lansia saat Berada di Kamar Tidur

Terkait pola asuh, Aulia mengakui adanya perbedaan dalam tumbuh kembang anak ketika hanya diasuh salah satu orang tua. Namun, ia menekankan bahwa apapun kondisinya, keluarga harus tetap menjadi benteng utama bagi generasi bangsa.

“Negara yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Karena itu kita harus saling bahu-membahu menjaga ketahanan keluarga,” tegasnya.

“Kegiatan nobar ini juga disebut sebagai bagian dari pemenuhan quick win program Menteri BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional),” imbuhnya.

Selain menggandeng kader KB (Keluarga Berencana), acara turut melibatkan unsur dunia usaha melalui Kadin (Kamar Dagang dan Industri) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).

“Ini bukti kerja pentahelix, di mana pemerintah tidak bisa sendiri. Dengan kolaborasi berbagai sektor, kita membangun keluarga besar Indonesia yang lebih kuat,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *