Daerah

Natal 2025 di GKJW Jombang, Pohon Natal Bambu 6 Meter Siap Sambut Jemaat

98
×

Natal 2025 di GKJW Jombang, Pohon Natal Bambu 6 Meter Siap Sambut Jemaat

Share this article
Natal 2025 di GKJW Jombang, Pohon Natal Bambu 6 Meter Siap Sambut Jemaat
Hiasan pohon natal bambu yang ada di GLJW Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Suasana perayaan Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kabupaten Jombang, Jawa Timur bakal terasa berbeda tahun ini.

Di ruang ibadah jalan Adityawarman, tidak ada pohon cemara sintetis seperti biasanya, melainkan sebuah “pohon Natal bambu” setinggi enam meter menyambut jemaat dengan hangat dan sederhana.

Pohon Natal tersebut dibangun dari 220 potongan bambu hasil daur ulang, yang disusun membentuk menara tinggi menjulang.

Dihias dengan lampu dan lampion berbahan alami, dekorasi bambu ini menghadirkan nuansa hangat, sederhana, sekaligus ramah lingkungan jauh dari kemewahan dekorasi Natal konvensional.

Menurut Vikar GKJW Jombang, Zefta Bagus Nugroho, pemilihan bambu bukan sekadar soal estetika, tapi sarat makna rohani.

Bambu yang sederhana namun berakar kuat dan mampu tumbuh kokoh ke atas walau kadang melengkung dianggap sebagai simbol kerendahan hati dan keteguhan dalam iman.

Dia menambahkan, karakter bambu yang tahan terhadap berbagai musim menjadi pengingat bagi jemaat untuk tetap teguh menghadapi tantangan hidup.

“Bambu itu sederhana, tapi akarnya sangat kuat menopang pertumbuhannya menjulang ke atas itu simbol kerendahan hati,” katanya, Rabu 10 Desember 2025.

Menariknya, seluruh bambu yang digunakan adalah limbah bambu yang diolah kembali. “Ini menyematkan pesan inklusivitas dan harapan, bahwa setiap manusia, sekecil apa pun latar atau kondisi mereka, tetap berharga di mata kasih Kristus,” ujarnya.

Tak hanya satu pohon bambu utama, GKJW Jombang juga mengadakan Festival Pohon Natal. Sebanyak 10 kelompok jemaat masing-masing 2–5 orang membuat pohon Natal secara kreatif dari bahan daur ulang.

“Inisiatif ini bukan sekadar soal dekorasi, melainkan sarana mempererat kebersamaan jemaat dan menumbuhkan kreativitas dalam menyambut Natal,” tuturnya.

Zefta berharap bahwa melalui festival ini, jemaat bisa merasakan sukacita kebersamaan. “Natal bukan hanya soal perayaan individual, tetapi tentang cinta, damai, dan karya bersama,” katanya.

Ia menegaskan dekorasi bambu dan semangat kebersamaan di GKJW Jombang ini sejalan dengan tema resmi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk Natal 2025: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

“Tema ini mengajak umat kristiani merayakan Natal dengan kesederhanaan namun dipenuhi makna bahwa kasih dan keselamatan Allah menjangkau seluruh keluarga,” ujarnya.

Ia menyebut melalui dekorasi bambu yang sederhana, daur ulang, dan penuh makna, GKJW Jombang ingin menegaskan bahwa Natal bukan semata pesta kemewahan melainkan momen untuk merajut kembali makna keluarga, kasih, dan pengharapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *