Sudutkota.id – Sebuah insiden terjadi di pertigaan Jalan Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Senin pagi (24/6/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Monumen Patung Pahlawan Baidjuri hingga roboh akibat tertimpa tiang listrik.
Peristiwa ini terjadi setelah sebuah truk pengangkut tebu diduga menyeret kabel jaringan udara di dekat lokasi monumen patung. Sehingga menyebabkan sejumlah tiang listrik tumbang. Naasnya, salah satu tiang tersebut menimpa monumen yang berada di tengah pertigaan.
Kejadian berawal ketika truk melintas dari arah selatan menuju utara. Diduga bagian atas truk terlalu tinggi dan menyangkut kabel utilitas yang membentang di atas jalan. Kabel tertarik dan menjatuhkan beberapa tiang listrik di sekitar jalur, yang salah satunya berdiri tepat di tengah pertigaan, tempat patung pahlawan lokal Baidjuri berdiri kokoh selama puluhan tahun.
“Tadi pagi sekitar jam enam, truk tebu lewat dan tiba-tiba kabelnya nyangkut. Enggak lama tiangnya ikut roboh, terus jatuh menimpa tugu,” kata seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat lumpuh total. Beberapa pengendara terpaksa memutar arah, sementara polisi dan petugas dari PLN serta Dinas Perhubungan melakukan evakuasi dan pengamanan di area terdampak.
Kapolsek Pakisaji, AKP Indra Subekti menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab pasti kejadian.
“Dugaan awal karena kabel tersangkut kendaraan. Kami akan dalami lebih lanjut, termasuk tanggung jawab dari pihak sopir truk,” ujar AKP Indra.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material dinilai cukup besar, terutama karena robohnya Monumen Baidjuri, salah satu simbol perjuangan rakyat Malang Selatan. Patung tersebut dikenal sebagai penghormatan terhadap sosok pejuang yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah.
Peristiwa ini langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan kerusakan pada monumen bersejarah tersebut dan mengkritik minimnya pengawasan terhadap lalu lintas kendaraan besar.
“Salah satu ikon sejarah Pakisaji kok bisa sampai roboh, ini tanda bahwa kita kurang perhatian sama warisan perjuangan,” tulis akun @rakyatjelata.
Komentar serupa datang dari akun @nurmalasari87, “Truk muatannya tinggi tapi kok nggak ada pengawasan. Tiang-tiang kabel juga semrawut. Pemerintah harus turun tangan benerin ini.”
Sementara itu, akun @pakdejoni mengusulkan agar monumen segera dipugar. “Harus ada pemulihan cepat. Monumen itu bukan sekadar patung, tapi identitas dan sejarah warga sini.”
Beberapa warganet juga menyoroti aspek keselamatan jalan dan berharap ada evaluasi menyeluruh. “Kejadian kayak gini seharusnya bisa dicegah kalau sistem pengawasan jalan lebih ketat,” tulis @suryopram.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pemulihan dan mengusut tuntas peristiwa ini, serta mengevaluasi ulang sistem pengamanan kabel udara dan tinggi kendaraan angkut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(mit/ris)





















