Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang terus menyiapkan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih dan layanan darurat lingkungan.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Hatigoran, menegaskan bahwa program pembangunan sumur artesis dan pengadaan mobil siaga akan direalisasikan melalui anggaran tahun 2026.
Menurut Raymond, program ini sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Namun, karena adanya perubahan prioritas anggaran dan penyesuaian kebijakan, maka pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada tahun depan.
“Untuk sumur artesis itu sudah dianggarkan, hanya memang karena ada penyesuaian dan kebijakan internal, maka realisasinya dialihkan ke tahun 2026,” ujarnya saat ditemui wartawan, Minggu (28/9/2025).
Raymond menjelaskan, sumur artesis yang akan dibangun diproyeksikan memiliki kedalaman antara 150 hingga 200 meter, disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah yang menjadi prioritas. Keberadaan sumur artesis ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang selama ini masih kesulitan mengakses air bersih, terutama saat musim kemarau panjang.
“Kami sedang mendata titik-titik yang memang paling membutuhkan. Jadi nantinya sumur artesis ini benar-benar menjawab kebutuhan dasar warga, bukan hanya sekadar program,” imbuhnya.
Selain itu, Pemkot Malang juga akan menyediakan mobil siaga untuk mendukung pelayanan cepat tanggap terhadap masyarakat. Mobil siaga tersebut akan difungsikan sebagai sarana penanganan kebutuhan darurat, baik untuk distribusi air bersih maupun untuk mendukung layanan kebencanaan lingkungan.
“Kendaraan siaga ini sudah masuk rencana, hanya memang sekarang masih tahap komunikasi dengan lintas instansi. Mekanisme penyerahan anggarannya juga masih dibahas melalui BKD Kota Malang, apakah nanti diberikan langsung atau melalui koordinasi dengan kabupaten sekitar,” jelas Raymond.
Raymond menekankan bahwa baik program sumur artesis maupun mobil siaga merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam meningkatkan layanan dasar masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa program ini perlu perencanaan matang agar tidak berhenti di atas kertas.
“Kami ingin masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya. Untuk itu, semua harus dipastikan siap, mulai dari aspek anggaran, lokasi, hingga teknis pelaksanaannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rencana pengadaan dua unit mobil siaga dan pembangunan sumur artesis ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan layanan masyarakat. Apalagi, pengalaman musim kemarau panjang tahun ini menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan air bersih yang merata.
“Kami berharap, dengan adanya program ini, masyarakat tidak lagi khawatir kesulitan air bersih saat kemarau, dan di sisi lain pemerintah juga bisa lebih cepat merespons kondisi darurat melalui mobil siaga,” kata Raymond menutup penjelasannya.






















