Sudutkota.id – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar acara temu bisnis sebagai upaya memperkuat hilirisasi produk pertanian dan perkebunan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang, pada Kamis (11/12/2025), diikuti sekitar 250 petani dari berbagai asosiasi komoditas (askom), mulai dari beras, tembakau, gula hingga sayuran.
Kepala Disperta Jombang, M. Rony, mengatakan bahwa temu bisnis tersebut difokuskan pada pertemuan antara petani binaan dengan pihak pabrik sebagai langkah konkret mendorong hilirisasi pertanian.
“Hari ini temanya temu usaha, antara petani binaan kita untuk berbagai komoditas, baik perkebunan maupun pertanian,” ujarnya.
Menurut Rony, kegiatan ini menjadi wujud perhatian pemerintah daerah dalam menjalankan program hilirisasi agar produsen tidak lagi jauh dari industri pengolahan.
“Ini bentuk perhatian pemerintah untuk program hilirisasi, jadi mendekatkan produsen dan pabrikan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah askom hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya askom gula, askom beras, askom sayur, hingga askom tembakau.
“Ada banyak askom, mulai dari peberasan, gula, tembakau dan sayur. Intinya ini temu usaha,” katanya.
Melalui acara ini, Disperta Jombang berharap konsep pertanian hulu-hilir semakin kuat di daerah. Rony menyebut hilirisasi tidak hanya soal produksi, tetapi juga kepastian pasar dan jaminan harga bagi petani.
“Kami berharap konsep pertanian hulu hilir ini bisa terwujud, bagaimana petani mendapat jaminan harga pasar, bisa berproduksi maksimal, dan memastikan hasil panennya terserap,” jelasnya.
Rony juga mengungkapkan adanya program bapak asuh petani yang diinisiasi Bupati Jombang, Abah Warsubi. Program ini melibatkan koordinasi Disperta Jombang bersama Afco Group untuk menyerap hasil panen para petani.
“Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Afco Group, dan hari ini kita tindak lanjuti untuk beberapa komoditas yang akan dikembangkan, termasuk penumbuhan wirausaha baru tanaman nilam,” paparnya.
Selain hilirisasi, Disperta juga tengah mendorong peningkatan produksi padi melalui konsep budidaya tanaman sehat. “Sekarang kita fokus pada budidaya tanaman padi dengan cara budidaya tanaman sehat,” jelasnya.
Acara tersebut diikuti sekitar 250 petani dari berbagai komoditas seperti durian, ketela pohon, padi, hingga tembakau. Rony berharap askom dapat menjadi motor penggerak penyebaran informasi sekaligus penghubung petani dengan industri besar.
“Askom ini lembaga yang mampu mendistribusikan informasi kepada anggota di bawahnya, dan itu yang akan mendekatkan dengan grup besar,” pungkasnya.






















