Daerah

Lonjakan Kasus Kehamilan Remaja Jadi Alarm Serius, Dinkes Kota Batu Perkuat Edukasi di Sekolah dan Keluarga

192
×

Lonjakan Kasus Kehamilan Remaja Jadi Alarm Serius, Dinkes Kota Batu Perkuat Edukasi di Sekolah dan Keluarga

Share this article
Kasus kehamilan usia dini di Kota Batu kembali menjadi sorotan. Meski jumlahnya menurun dibanding tahun lalu, fenomena ini masih dinilai sebagai ancaman serius bagi kesehatan generasi muda dan masa depan keluarga.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati. (foto: sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id– Kasus kehamilan usia dini di Kota Batu kembali menjadi sorotan. Meski jumlahnya menurun dibanding tahun lalu, fenomena ini masih dinilai sebagai ancaman serius bagi kesehatan generasi muda dan masa depan keluarga.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat, sepanjang 2025 terdapat 31 kasus kehamilan remaja, mayoritas dialami oleh anak berusia sekitar 15 tahun. Angka ini memang turun dari 43 kasus pada 2024, namun tetap mengkhawatirkan karena sebagian besar baru terungkap saat usia kandungan sudah memasuki fase akhir.

“Bahkan ada kasus yang baru diketahui menjelang persalinan,” ungkap dr. Susana Indahwati, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, Senin (15/9/2025).

Kehamilan di usia dini dinilai berisiko tinggi. Ibu muda lebih rentan mengalami komplikasi serius seperti hipertensi, preeklamsia, hingga pendarahan hebat. Kondisi ini juga berdampak pada bayi, mulai dari lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga risiko kematian neonatal.

Untuk menekan angka tersebut, Dinkes Kota Batu intensif melakukan workshop kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. Guru didorong menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada remaja terkait bahaya seks bebas dan konsekuensinya.

Susana juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menyikapi hal tersebut.

“Orang tua harus lebih aktif mengawasi pergaulan anak, termasuk aktivitas di media sosial. Edukasi seks sejak dini justru menjadi kunci agar anak tidak terjerumus pada perilaku berisiko,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *