Nasional

Lautan Jamaah Padati Stadion Gajayana, Mujahadah Kubro Satu Abad NU Tegaskan Peran NU Jatim Jaga Toleransi dan Kedamaian

9
×

Lautan Jamaah Padati Stadion Gajayana, Mujahadah Kubro Satu Abad NU Tegaskan Peran NU Jatim Jaga Toleransi dan Kedamaian

Share this article
Ribuan jamaah Nahdlatul Ulama memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, saat Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Minggu (8/2/2026). (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Ribuan bahkan ratusan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), dalam rangka Mujahadah Kubro Satu Abad NU. Sejak pagi hari, arus jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur terus berdatangan, menjadikan kawasan pusat Kota Malang tersebut lautan putih yang sarat suasana religius dan kebersamaan.

Mujahadah Kubro berlangsung khidmat dengan rangkaian doa, zikir, dan shalawat yang dipimpin para kiai sepuh NU. Suasana sejuk dan tertib terasa kuat, mencerminkan tradisi keagamaan NU yang menekankan nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) dalam kehidupan bermasyarakat.

Peran NU Jawa Timur dalam menjaga stabilitas sosial dan keutuhan bangsa kembali ditegaskan dalam momentum bersejarah ini. NU Jatim dinilai konsisten menjadi penyangga harmoni sosial, khususnya di tengah dinamika keberagaman masyarakat Jawa Timur yang plural.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa satu abad perjalanan NU adalah bukti komitmen panjang ulama dalam merawat persatuan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NU sejak awal berdiri hadir untuk menjaga agama sekaligus menjaga bangsa. Mujahadah ini bukan sekadar ritual, tetapi ikhtiar batin agar Indonesia tetap damai dan rukun,” ujarnya.

Stadion Gajayana dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai memiliki nilai historis dan strategis sebagai ruang publik kebanggaan warga Kota Malang. Seluruh sudut stadion hingga area luar dipenuhi jamaah, sementara panitia bersama aparat keamanan mengatur jalannya acara dengan pengamanan berlapis agar tetap kondusif.

Yang menarik, semangat toleransi lintas agama juga tampak nyata dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro. Sejumlah elemen masyarakat lintas iman turut terlibat dalam mendukung kelancaran acara, mulai dari relawan hingga dukungan fasilitas. Hal ini mencerminkan wajah NU sebagai organisasi Islam yang ramah, inklusif, dan menjunjung tinggi persaudaraan kebangsaan.

KH Abdul Hakim Mahfudz, mengapresiasi soliditas warga NU dan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur dalam menyukseskan acara berskala nasional tersebut.

“Jawa Timur adalah miniatur Indonesia. Kebersamaan dalam Mujahadah Kubro ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memecah,” tutur KH Abdul Hakim.

Selain menjadi ajang spiritual, Mujahadah Kubro Satu Abad NU juga menjadi ruang konsolidasi umat untuk memperkuat nilai kebangsaan. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk kepentingan umat Islam, tetapi juga untuk keselamatan bangsa, kedamaian antarumat beragama, serta masa depan generasi muda Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *