Peristiwa

Lansia di Pagak Ditemukan Tewas Penuh Luka, Polisi Periksa Seorang Pria Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

158
×

Lansia di Pagak Ditemukan Tewas Penuh Luka, Polisi Periksa Seorang Pria Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Share this article
Potongan kayu ditemukan di dalam rumah korban dengan kondisi terdapat bercak darah dan bagian ujung hangus, kemudian diamankan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian. (Foto: Sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Warga Dusun Bandarangin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, digegerkan dengan temuan seorang pria lanjut usia bernama Kacong (100) yang meninggal dunia di ruang tamu rumahnya, Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi menduga korban meninggal akibat tindak kekerasan, namun penyelidikan masih berlangsung.

Kapolsek Pagak, IPTU Surdianto, S.H., membenarkan laporan tersebut. Polsek Pagak bersama Satreskrim Polres Malang langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari Kepala Desa Sumberejo.

“Setelah laporan kami terima, tim langsung bergerak ke TKP bersama Unit Identifikasi Polres Malang. Korban ditemukan dengan sejumlah luka yang diduga akibat kekerasan tumpul,” ujar Kapolsek.

Korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa setempat, Amsori, setelah melihat kondisi rumah tampak tidak seperti biasanya. Saat masuk, ia mendapati korban dalam keadaan meninggal dunia, terlentang di lantai ruang tamu. Luka tampak pada wajah, perut, lengan, serta kedua kaki korban.

Polisi juga menemukan kondisi rumah berantakan dengan bercak darah dan sejumlah barang yang berserakan, termasuk sebatang kayu sepanjang satu meter yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Dalam penyelidikan awal, polisi kemudian memeriksa seorang pria berinisial F (60), warga Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, yang berada di dalam rumah korban saat petugas tiba. Berdasarkan keterangan warga, pria tersebut sebelumnya terlihat berjalan seorang diri di kawasan Dusun Bandarangin dan disebut menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

Pria tersebut mengaku masuk ke rumah korban untuk menumpang beristirahat. Menurut pengakuannya kepada petugas, sempat terjadi perselisihan di dalam rumah. Namun seluruh keterangan masih membutuhkan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut oleh penyidik.

Warga yang mengetahui keberadaan pria tersebut kemudian mengamankannya sebelum diserahkan ke pihak kepolisian. Pria itu mengalami luka pada bagian wajah dan tangan yang diduga akibat tindakan massa sebelum diamankan petugas.

Pemeriksaan luar terhadap jenazah telah dilakukan oleh Puskesmas Pagak. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban dimakamkan pada malam hari.

Hingga kini, penyidik masih mendalami latar belakang terperiksa, termasuk kondisi kesehatan mentalnya, serta menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Polisi menegaskan bahwa proses hukum tetap mengikuti asas praduga tak bersalah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *