Sudutkota.id – Insiden kericuhan yang terjadi di lingkungan SMK Turen (STM Turen), Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (28/12/2025) dini hari, dipastikan terekam kamera pengawas (CCTV) sekolah. Peristiwa tersebut berawal dari aksi perusakan pagar yang memicu ketegangan dan berujung pada dugaan penganiayaan terhadap petugas keamanan.
Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian bermula ketika sebuah kendaraan truk yang berada di depan sekolah terlihat hendak mundur. Namun, truk tersebut justru dengan sengaja menabrakkan bagian belakangnya ke pagar sekolah hingga roboh. Usai pagar ambruk, truk tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Melihat kejadian itu, petugas keamanan sekolah keluar dan sempat mengejar truk yang kabur. Setelah pengejaran tidak membuahkan hasil, petugas kembali ke area sekolah untuk mengamankan situasi dan berupaya membenahi pagar yang roboh.
Situasi kembali memanas tak lama kemudian. Sekelompok orang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor. Mereka terlihat mendekati pagar sekolah dan berusaha kembali merobohkannya sambil meluapkan emosi. Ketegangan pun tak terhindarkan.
Dalam insiden tersebut, dua petugas keamanan sekolah, Basori dan Ribut, dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT), Budi Winarto, menilai peristiwa tersebut berkaitan dengan konflik kepengurusan yayasan yang telah berlangsung lama. Ia menegaskan seluruh rangkaian kejadian terekam jelas dalam CCTV sekolah. Ia menyampaikan hal itu kepada awak media, Kamis (1/1/2026) siang.
“Rekaman CCTV menunjukkan dengan jelas kronologi kejadian. Kami menduga peristiwa ini tidak terlepas dari konflik internal yayasan yang sampai sekarang belum selesai,” ujarnya.
Sengketa kepengurusan SMK Turen melibatkan dua kubu yayasan, yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPPT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT). Perselisihan kedua pihak disebut telah berlangsung puluhan tahun dan berulang kali memicu ketegangan.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, membenarkan adanya laporan terkait kericuhan di lingkungan SMK Turen. Pihak kepolisian kini tengah mendalami rekaman CCTV serta keterangan para saksi.
“Kami menerima laporan terkait dugaan perusakan dan penganiayaan. Rekaman CCTV menjadi salah satu bukti penting yang sedang kami pelajari,” jelasnya.
Polres Malang memastikan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengungkap peristiwa tersebut secara utuh dan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.






















