Daerah

Investasi di Jember Tembus Rp 2,57 T, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

3
×

Investasi di Jember Tembus Rp 2,57 T, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Share this article
Investasi di Jember Tembus Rp 2,57 T, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Kepala DPMPTSP Pemkab Jember, Isnaini Dwi Susanti.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Investasi di Jember senilai Triliunan Rupiah pada tahun 2025, di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait, telah menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang.

Investasi yang masuk ke Kabupaten Jember tersebut, mencapai Rp 2,57 Triliun dari 457 unit/pelaku usaha. Dan telah menyerap hingga sekitar 10 ribu tenaga kerja.

Menurut Kepala DPMPTSP Pemkab Jember, Isnaini Dwi Susanti meski nilainya Triliunan Rupiah, namun investasi di kabupaten Jember belum merata dan masih terpusat pada real estate.

Berdasarkan data investasi 2025, PMDN baik UMK maupun Non-UMK masih mendominasi Provinsi Jatim termasuk Kabupaten Jember.

“Investasi ada 457 jumlah pelaku usaha baik PMA dan PMDN. PMDN sebanyak 410 Pelaku Usaha dan PMA 47 Pelaku Usaha,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Sektor yang mendominasi berdasarkan nilai investasi 2025 adalah pertama, Sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (real estate),” imbuhnya.

Sedangkan kedua adalah sektor Industri makanan (Makanan, Minuman, dan Pengolahan tembakau), dan ketiga adalah sektor Industri Kimia Dan farmasi (Industri Bahan Kimia Dan Barang Dari Bahan Kimia, dan Industri Farmasi, Produk Obat Kimia Dan Obat Tradisional)

Terkait strategi agar investasi ini berdampak langsung ke masyarakat, terutama di tengah inflasi yang masih tinggi, Santi menjelaskan, penguatan kolaborasi pelaku usaha skala Non-UMK dengan skala UMKM perlu ditingkatkan.

Hal tersebut, lanjutnya, agar pelaku UMKM dapat tetap eksis ditingkat lokal maupun nasional. Termasuk perlunya akselerasi program MBG dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam memenuhi bahan baku baik beras, telur, ayam, sayur dll yang difasilitasi oleh OPD teknis (perdagangan, koperasi)

“Program pengembangan Agrowisata Edukasi seperti Puncak Rembangan, Puslit Kopi, Wisata Pantai Integrasi Watu Ulo-Papuma dengan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pusat ekonomi lokal baru perlu dilakukan,” ungkapnya.

Termasuk perlunya pelaksanaan event Nasional-Internasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi bagi UMKM dan masyarakat.

Santi menambahkan, Pemkab Jember telah mempermudah soal perizinan berusaha. Dengan kemudahan perizinan ini, akan membangun kepercayaan pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Jember.

Melalui berbagai program kolaboratif rumpun investasi seperti layanan pendampingan langsung kolaboratif lintas OPD kepada pelaku usaha, penguatan tranformasi Jember layanan digital perizinan terpadu (JELITA), dan inovasi layanan terpadu masyarakat (dukcapil, sosial, PTSP) di tiga lokasi.

Terkait target investasi 2026, kata Santi, tidak hanya ditujukan pada kuantitas nilai investasi tapi juga jumlah pelaku usaha yang aktif. Selain itu perlu ditopang dengan meningkatkan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, serra mendorong kualitas penyampaian data LKPM pelaku usaha sebagai cermin kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan yang berlaku,

“Akselerasi pemenuhan regulasi dasar investasi/instrumen utama penanaman modal daerah (RTRW-RDTR, Lingkungan Hidup, Pariwisata, Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus, Kebencanaan) dan penyediaan data potensi Kabupaten Jember yang terukur-tervalidasi,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *