Pemerintahan

Investasi di Jember Capai Rp 2,57 Triliun, Naik 70 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

3
×

Investasi di Jember Capai Rp 2,57 Triliun, Naik 70 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

Share this article
Investasi di Jember Capai Rp 2,57 Triliun, Naik 70 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
Bupati Jember, Muhammad Fawait.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Iklim investasi di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait menunjukkan trend menggembirakan. Baru setahun menjabat, investasi di Jember melonjak tajam.

Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat, total investasi yang masuk ke Jember mencapai Rp 2,57 Triliun. Angka ini naik dari Rp1,51 Triliun pada tahun 2024. Ini berarti ada kenaikan sekitar 70 persen dari tahun sebelumnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menjelaskan, peningkatan investasi ini menjadi indikator kuat tumbuhnya kepercayaan investor terhadap daerah. Terlebih lagi, capaian investasi tahun 2025 telah melampaui target dalam RPJMD 2025 hingga 2029 yang dipatok sebesar Rp1,85 Triliun.

Sektor apa saja yang meningkat? Gus Bupati Fawait menegaskan, sektor properti dan kawasan industri menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi tahun lalu.

Tentu saja, dengan melonjaknya investasi di Jember ini, telah membuka lapangan kerja baru di Jember. Tercatat, hampir 10 ribu lapangan kerja baru dari 457 unit usaha yang dibuka di Jember.

Masih menurut Gus Fawait, investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, di tengah tingginya arus investasi, kondisi ekonomi Jember tetap terjaga.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus I LKPJ, Wahyu Prayudi Nugroho, yang mengevaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2025 melalui rapat pansus sesi kedua pada, Kamis (2/3/2026), menegaskan, dalam laporan Jember mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,27 persen dengan realisasi investasi lebih dari Rp 2 Triliun.

Pansus memberikan perhatian khusus pada struktur investasi tersebut, di mana sektor properti menyumbang Rp1,3 Triliun, sementara sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 26 persen.

Wahyu menekankan pentingnya keselarasan antara nilai investasi dengan karakter agraris Kabupaten Jember.

“Investasi terbesar adalah dari sektor properti, sekitar 1,3 triliunan. Di sisi lain, Kabupaten Jember ini penyumbang PDRB terbesarnya, sebesar 26 persen ini adalah dari sektor pertanian, ataupun dari sektor komoditas sebesar 26 persen.

Seiring dengan munculnya 27 pengajuan izin baru di sektor perumahan, DPRD Jember mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *