Daerah

Ini Penjelasan SPPG Soal Menu Program MBG di Wilayah Kebontemu Jombang, yang Tak Layak Konsumsi

110
×

Ini Penjelasan SPPG Soal Menu Program MBG di Wilayah Kebontemu Jombang, yang Tak Layak Konsumsi

Share this article
Ini Penjelasan SPPG Soal Menu Program MBG di Wilayah Kebontemu Jombang, yang Tak Layak Konsumsi
Distribusi MBG di SDN Kebontemu, Peterongan Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali menjadi sorotan setelah sejumlah menu yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak layak konsumsi.

Keluhan muncul lantaran beberapa makanan dianggap tidak memenuhi standar kualitas maupun kesiapan untuk disantap.

Koordinator MBG di SDN Kebontemu, Bambang, mengungkapkan adanya temuan terkait kualitas makanan selama satu bulan terakhir pelaksanaan program.

“Yang dikatakan tahu mentah dan salak busuk itu ya benar. Waktu itu menunya ada tahu dan salak,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Menurut Bambang, masalah juga terjadi pada pemberian buah dalam beberapa menu MBG sebelumnya. Ia menyebut siswa kesulitan memakan buah karena kondisinya tidak siap konsumsi.

“Kemarin menunya ada mangga yang masih bulat, jadi anak-anak makan dengan cara dikrokoti karena tidak bawa pisau,” jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG Jombang untuk menindaklanjuti persoalan ini. “Pihak sekolah sudah konfirmasi ke SPPG untuk masalah ini,” katanya.

Ia berharap penyedia makanan dapat meningkatkan kualitas hidangan agar sesuai dengan tujuan program MBG.

“Harapannya diberikan yang lebih baik, makanan yang bergizi, sesuai dengan keinginan pemerintah untuk anak-anak,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Mitra SPPG Kebontemu, Rodli, memastikan bahwa bahan baku sebenarnya sudah melalui proses pemeriksaan sebelum diolah.

“Kalau hasil masakan itu dari SPPG. Kalau bahan baku dari mitra, sebelum masuk pun sudah dikoreksi atau screening,” terangnya.

Rodli mengakui kemungkinan adanya kekurangan dalam proses penyajian makanan. “Karena kami manusia, kekeliruan pasti ada. Insyaallah kami siap mengganti ke wali murid melalui sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar persoalan serupa tidak terulang. “Insyaallah ke depannya kita akan lebih berhati-hati,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali disorot. Sejumlah wali murid mengeluhkan menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi dan tidak memenuhi standar gizi anak sekolah.

RE, salah satu wali murid dari Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, mengungkapkan bahwa selama sepekan terakhir, kualitas makanan yang diterima siswa justru mengkhawatirkan.

Ia menyebut menemukan buah busuk hingga lauk belum matang pada paket makanan MBG.

“Dari seminggu ini, menunya tidak sesuai standar gizi. Ada buah busuk seperti mangga dan salak, lalu tahu baksonya ada yang belum matang,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

RE mengatakan para wali murid telah menyampaikan keluhan melalui akun resmi penyedia layanan MBG, yang diduga milik SPPG Kebontemu Peterongan. Namun kolom komentar pada akun tersebut justru ditutup dan kemudian diprivat.

“Kami sudah mengadukan di akunnya terkait menu yang tidak sesuai standar gizi, tapi kolom komentarnya ditutup dan akunnya diprivat. Kami jadi tidak punya ruang untuk mengadu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihak sekolah sudah memberikan teguran kepada SPPG usai ditemukan kasus mi basi. Namun evaluasi yang dijanjikan belum terlihat, bahkan kualitas menu disebut makin menurun.

“Pihak sekolah sudah pernah mengingatkan SPPG minggu lalu. Katanya akan dievaluasi, tetapi minggu ini malah makin tidak layak. Seharusnya setelah ada teguran, makanan harus matang, buah tidak boleh busuk, dan sesuai standar gizi,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *