Sudutkota.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 15.15 WIB.
Peristiwa tersebut membuat warga panik karena tiupan angin datang mendadak disertai hujan deras, hingga mengakibatkan 12 rumah mengalami kerusakan ringan di bagian atap dan teras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu cuaca ekstrem.
“Sejak pukul 14.00 WIB hujan deras mengguyur Desa Mangunrejo. Intensitas hujan yang cukup tinggi disertai dengan angin kencang menyebabkan beberapa rumah warga rusak di bagian atap maupun kanopi, dan satu pohon besar di pinggir jalan desa roboh,” jelasnya, Minggu (28/9/2025).
Menurut Sadono, pihak perangkat desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan warga.
“Upaya awal dilakukan dengan melakukan pendataan, membantu perbaikan sementara, serta pembersihan material yang menimpa rumah. Pukul 20.00 WIB proses sementara sudah selesai, dan kegiatan pembersihan akan dilanjutkan esok hari,” tambahnya.
Sadono merinci, dari pendataan sementara ada 12 rumah terdampak dengan kerugian bervariasi. Mulai dari rumah Riswan (50) yang kanopi depannya roboh dengan kerugian Rp15 juta, hingga rumah Jumardi (65) dengan kerusakan atap senilai Rp1 juta. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Secara umum tingkat kerusakan masih ringan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, sehingga fokus kami lebih kepada pemulihan cepat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan BPBD Kabupaten Malang akan terus melakukan monitoring, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
“Kita sudah memasuki periode musim hujan, potensi angin kencang hingga pohon tumbang sangat mungkin terjadi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan deras, serta memangkas pohon yang rawan tumbang di sekitar permukiman,” pungkas Sadono.
Sejauh ini, tim gabungan dari BPBD, Tagana, perangkat desa, TNI, Polri, serta warga setempat terus bersinergi melakukan pembersihan di lokasi terdampak. Aktivitas warga dilaporkan sudah kembali normal meskipun sebagian rumah masih menunggu perbaikan lebih lanjut.






















