Sudutkota.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang menggelar kegiatan Bhakti Pramuka dan Temu Akrab Persaudaraan di Bumi Perkemahan Witaraga, Jalan Danau Sentani Raya, Madyopuro, Sabtu (22/11/2025).
Ratusan anggota Pramuka dari berbagai golongan, satuan karya, serta komunitas berkumpul dalam satu kegiatan yang dikemas untuk memperkuat jiwa persaudaraan dan menghormati para tokoh yang selama ini menjadi tulang punggung perjalanan Pramuka di Kota Malang.
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang sekaligus Anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, namun sengaja digelar sebagai momen refleksi dalam suasana memperingati Hari Pahlawan. Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak hanya berlaku dalam konteks sejarah nasional, tetapi juga dalam perjalanan panjang Pramuka Kota Malang.
“Tema kegiatan ini memang kita selaraskan dengan momen Hari Pahlawan. Karena di Pramuka sendiri ada para pahlawan—yaitu para senior, pembina, dan tokoh yang memberikan dedikasi luar biasa hingga Pramuka Kota Malang tetap eksis, berkembang, dan dipercaya masyarakat,” ujar Ginanjar.
Ia menegaskan bahwa banyak hal yang kini menjadi kebanggaan Kwarcab Kota Malang tidak bisa dilepaskan dari jasa generasi sebelumnya. Mulai dari pembentukan satuan-satuan karya, penguatan kelembagaan, hingga keberadaan kantor Kwarcab di Splendid, semuanya merupakan buah dari kerja panjang para senior.
“Tokoh seperti Peni Suparto, Kak Heri Sunarko, dan beberapa senior lain adalah orang-orang yang harus selalu kita hormati. Mereka pahlawan perjalanan Pramuka di Kota Malang. Karena dedikasi mereka, Pramuka bisa sebesar ini,” tegasnya.
Ginanjar juga menyoroti bahwa acara tahun ini menjadi salah satu yang paling lengkap secara kehadiran unsur. Beberapa Saka yang hadir antara lain Saka Ma’arif, Dirgantara, Bahari, Wanabakti, Wirausaha, dan berbagai satuan komunitas yang selama ini bergerak dalam kegiatan sosial-kepemudaan.
“Semua komponen hadir. Ini jarang terjadi dalam skala selengkap ini. Artinya, Pramuka Kota Malang sangat solid. Semua satu barisan, satu tujuan, yaitu menjaga kekeluargaan dan memperkuat pengabdian,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada organisasi mitra seperti PMI yang selama ini aktif berkolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga aksi sosial.
Menghadapi tantangan ke depan, Ginanjar menegaskan bahwa Pramuka tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. Ia meminta seluruh anggota untuk aktif mengambil peran dalam pembangunan Kota Malang, baik secara fisik maupun nonfisik.
“Kita ingin Pramuka hadir dan dirasakan manfaatnya. Di sektor pariwisata, kita punya Saka Pariwisata yang bisa membantu mengembangkan potensi lokal. Di bidang pendidikan karakter, Pramuka jelas punya peran besar. Dalam setiap momentum sosial, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Menurut Ginanjar, penguatan karakter generasi muda semakin penting di tengah derasnya informasi digital. Pramuka, katanya, memiliki metode pendidikan yang relevan untuk membentuk anak muda yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.
Ginanjar juga menekankan bahwa nilai kepahlawanan yang ditanamkan dalam kegiatan ini—mulai dari cinta tanah air, semangat rela berkorban, hingga pengabdian tanpa pamrih—masih sangat relevan untuk kondisi generasi muda saat ini.
“Nilai itu tidak pernah usang. Justru semakin dibutuhkan. Anak-anak muda perlu diajak memahami bahwa menjadi pahlawan itu tidak harus mengangkat senjata. Mengabdi, memberi manfaat bagi masyarakat, dan menjaga integritas—itu juga sikap kepahlawanan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Bhakti Pramuka dan Temu Persaudaraan ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh anggota Pramuka Kota Malang dalam berkarya, bersinergi, dan menjadi bagian dari pembangunan daerah.






















