Daerah

Gangguan Pipa Banyuning Terganggu, Distribusi Air di Kota Batu dan Malang Terganggu

17
×

Gangguan Pipa Banyuning Terganggu, Distribusi Air di Kota Batu dan Malang Terganggu

Share this article
Gangguan distribusi air bersih terjadi di sejumlah wilayah Kota Batu dan Kota Malang akibat gangguan pipa di kawasan Sumber Banyuning. Bahkan, dampak gangguan tersebut dirasakan oleh pelanggan Perumdam Among Tirto Kota Batu hingga Perumda Tugu Tirta Kota Malang.
Pipa yang gangguan berada di bawah dengan kedalaman 7 meter. (foto: sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Gangguan distribusi air bersih terjadi di sejumlah wilayah Kota Batu dan Kota Malang akibat gangguan pipa di kawasan Sumber Banyuning. Bahkan, dampak gangguan tersebut dirasakan oleh pelanggan Perumdam Among Tirto Kota Batu hingga Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, mengatakan kerusakan pipa berdampak signifikan terhadap debit air yang mengalir ke pelanggan, khususnya di wilayah Kota Batu.

“Akibat kerusakan pipa distribusi Banyuning-Tandun di wilayah Beji, debit air turun hingga sekitar 10 liter per detik (LPS),” katanya, Rabu (4/2/2026).

Gendon sapaanya menjelaskan, pipa yang mengalami gangguan merupakan pipa utama berukuran 12 dim yang selama ini digunakan untuk melayani distribusi air bersih ke Kota Batu dan Kota Malang. Kondisi tersebut membuat gangguan tidak hanya dirasakan satu daerah.

“Ini bukan hanya berdampak ke Kota Batu, tetapi juga ke Kota Malang. Persoalan utama terletak pada posisi pipa yang tertanam sangat dalam di bawah tanah, sehingga proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat,” ujarnya.

Karena, pipa tertanam sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter. Kalau diperbaiki menggunakan alat berat, dampaknya bisa ke jalan utama.

“Kami khawatir ke depan justru bisa terjadi amblesan atau masalah lain yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Menurutnya, jika perbaikan dilakukan dengan metode penggalian, diperlukan tim spesialis karena tingkat kesulitan yang tinggi. Selain itu, identifikasi titik kerusakan juga membutuhkan waktu karena posisi pipa berada jauh di dalam tanah.

“Bersama Perumda Tugu Tirto, langkah awal yang dilakukan yaitu memasukkan kamera ke titik yang diduga bermasalah untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran atau penyumbatan sehingga aliran air menurun” imbuhnya.

Saat ini, wilayah yang terdampak di Kota Batu meliputi Sebagian wilayah Temas, Mojorejo, serta Dusun Sekar Putih, Bangkon di Desa Pendem. Untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, Perumdam Among Tirto telah melakukan berbagai langkah darurat.

“Kami melakukan rekayasa distribusi menggunakan pipa portable dan menyalurkan air melalui tangki, bekerja sama dengan Damkar maupun DLH,” imbuhnya.

Gendon mengakui, persoalan teknis seperti ini sering kali sulit dipahami oleh masyarakat secara detail. Namun pihaknya memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara maksimal.

“Dengan kondisi pipa yang berada di posisi sulit, perbaikan membutuhkan waktu, tergantung hasil koordinasi dan pekerjaan tim teknis, termasuk dari Perumda Tugu Tirta yang juga ikut turun langsung ke lapangan,” pungkasnya.

Perlu diketahui akibat masalah tersebut, Perumda Tugu Tirta juga sudah mengeluarkan info gangguan pelayanan yang dikeluarkan pada Selasa 3 Februari 2026. Dalam pengumuman itu wilayah terdampak di Kota Malang antara lain Perum Griya Shanta, Sudimoro, wilayah Kerto, Mayjen Panjaitan, MT Haryono, Suhat, Tasikmadu, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *