Peristiwa

Dua Jenazah Perempuan di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang Diduga Ibu dan Anak, Identitas Mulai Terkuak

19
×

Dua Jenazah Perempuan di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang Diduga Ibu dan Anak, Identitas Mulai Terkuak

Share this article
Dua Jenazah Perempuan di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang Diduga Ibu dan Anak, Identitas Mulai Terkuak
Foto korban SK (belakang) dengan motor veganya.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Identitas dua jenazah perempuan yang ditemukan di kawasan bekas asrama polisi di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai menemukan titik terang. Keduanya diduga merupakan ibu dan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Saat ini, dua jenazah tersebut telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian sekaligus proses identifikasi lanjutan.

Petunjuk penting yang mengarah pada identitas korban adalah sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO yang ditemukan di sekitar lokasi bekas asrama polisi Ploso, Jombang.

Kendaraan tersebut diduga menjadi kunci awal pengungkapan identitas dua jenazah perempuan di Ploso tersebut.

MR (31), anggota keluarga korban, mengaku meyakini bahwa dua jenazah tersebut adalah kakak kandungnya, SK (36), serta keponakannya, TR (5).

“Saya yakin itu kakak saya, dari motornya dan ciri-cirinya,” ujar MR, Kamis (26/2/2026).

SK diketahui merupakan warga Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Sementara suaminya, NY (38), tercatat sebagai warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Menurut MR, kakaknya pergi dari rumah pada, Selasa (24/2/2026) dini hari, dan tidak kembali. Setelah lebih dari 24 jam tanpa kabar, suaminya melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian.

Keluarga juga sempat melakukan pencarian mandiri ke sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk, mulai dari Gondang, Rejoso hingga Kertosono. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami sempat berkeliling mencari ke beberapa daerah di Nganjuk, tapi tidak menemukan jejak,” tuturnya.

Sehari-hari, SK bekerja sebagai buruh tani. Ia memiliki dua anak, yakni TR yang berusia lima tahun serta seorang anak lainnya yang kini duduk di bangku kelas II SMP.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa proses identifikasi ilmiah masih terkendala kondisi sidik jari korban yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat terbaca melalui sistem forensik.

“Sebagian sidik jarinya rusak, sehingga tidak bisa kami identifikasi melalui sistem,” ujarnya.

Meski demikian, hasil penelusuran terhadap sepeda motor yang ditemukan di lokasi mengarah pada laporan orang hilang yang dibuat oleh NY dua hari sebelum penemuan jenazah.

“Dari penyelidikan awal, terdapat kecocokan antara laporan orang hilang dengan temuan di lapangan. Dugaan sementara mengarah pada ibu dan anak tersebut,” pungkasnya.

Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian dua jenazah perempuan yang ditemukan di bekas asrama polisi Ploso, Jombang tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *