Sudutkota.id – Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, pada Rabu, (25/2/2026), kemarin.
Pemkab Jombang resmi menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 dari Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), dalam acara yang digelar di Balai Kartini, Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi. Pengakuan nasional ini diberikan setelah melalui evaluasi menyeluruh sepanjang tahun 2025 terhadap tata kelola persampahan daerah.
Berdasarkan hasil penilaian Kementerian Lingkungan Hidup, Kabupaten Jombang masuk dalam 35 kabupaten/kota terbaik di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek fundamental, mulai dari regulasi dan kebijakan daerah, dukungan anggaran, ketersediaan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Kabupaten Jombang berhasil meraih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dengan nilai 65,47 dan menempati peringkat ke-16 terbaik secara nasional.
Dalam sertifikat penghargaan tersebut tertulis: “Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, Penghargaan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk Kabupaten Jombang.”
Selain sertifikat penghargaan, Pemkab Jombang juga menerima tambahan reward berupa tiga unit motor roda tiga untuk mendukung operasional pengangkutan sampah di lapangan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.
Kendaraan operasional itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan.
Bupati Warsubi menegaskan, penghargaan pengelolaan sampah nasional ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah, instansi, kader lingkungan, penggiat lingkungan, kader PKK, desa, kelurahan, tenaga kebersihan, hingga masyarakat yang telah mendukung pengelolaan sampah dari rumah tangga sampai ke hilir TPA,” ujarnya, Jum’at (27/2/2026).
Menurutnya, capaian ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengatasi persoalan sampah dari sumbernya.
“Kita harus terus berkolaborasi menyelesaikan permasalahan sampah. Mulai dari mengurangi, memilah, hingga mengolah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.(ADV)






















