Sudutkota.id – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghelat konferensi internasional. Pertemuan ilmiah ini khusus mengulas mengenai perkembangan ilmu kesehatan teknologi terapan untuk kesehatan.
Seperti yang dijelaskan oleh Dekan FIKES UMM Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp. Kom., bahwa acara Health Science International Conference (HSIC) sudah terselenggara ke-empat kalinya. Dimana dalam acara ini membahas tema tentang kesehatan, terutama beberapa hal yang dihadapi Indonesia terkait dengan SDGs. Salah satunya adalah upaya untuk membuat kondisi masyarakat yang sehat.
“HSIC ini sebagai wujud kepedulian FIKES UMM terhadap masalah kesehatan yang tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia global,” ungkap Prof Yoyok, Kamis (18/09).
Fokus kupasan konferensi internasional ini pada penerapan teknologi kesehatan yang kebersinambungan. Salah satunya mengenai mengaplikasikan model teknologi untuk kesehatan penggunaan Artificial Intelligence.
Dimana arah pengembangan kesehatan yang berkesinambungan seperti pada lansia penderita dimensia. Dengan menggunakan virtual reality untuk membantu intervensi pada lansia dengan permasalahan dimensia.
Ditambahkan oleh Muhammad Muslih Ph.d selaku Ketua panitia HSIC ini bahwa narasumber konferensi internasional dari beberapa negara. Diantaranya Taiwan, Australia, dan Thailand dengan jumlah pesertanya keseluruhan mencapai 60 akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Salah satu pembicara dalam HSIC ini dosen Keperawatan FIKES UMM Nur Aini, M.Kep., Ph.D. Dalam kesempatan ini ia memaparkan mengenai The Effects of Light Therapy.
Ia mengemukakan, bahwa angka penderita dimensia di Indonesia cukup tinggi, salah satu penyumbangnya ialah jumlah populasi lansia yang kian bertambah. Sayangnya penanganan pasien dimensia manula masih dianggap kurang konprehensif.
Padahal gangguan pada penderita dimensia cukup banyak, mulai fisik seperti ganguan tidur dan keseimbangan dalam berjalan. Hingga ganguan psikologis yang dapat berupa stress.
Apalagi ketika sore menjelang malam, penderita dimensia pada manula akan merasa kebingungan. Lantaran gangguan hormonal yang ada dalam tubuh mereka.
Penggunaan Light Therapy sendiri menggunakan lampu khusus yang intensitas pencahayaannya dapat diatur sedemikian rupa. Sehingga dapat menurunkan berbagai gangguan yang diderita manula yang terjangkit dimensia.
Sesungguhnya penggunaan terapi ini dapat dilakukan secara alami. Yakni dengan berjemur di sinar matahari selama 30 menit, antara pukul 7 sampai 9 pagi.
Di negara katulistiwa hal ini akan mudah didapat. Namun mencari sinar matahari akan menjadi sulit ketika berada di negara yang mengalami empat musim.
Dosen FIKES UMM menuturkan, riset ini berbasis meta analis dari berbagai penelitian serupa. Dimana berbagai khasiat berjemur sinar matahari atau Light Therapy dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan mengurangi gangguan tidur.






















