Peristiwa

Diduga Spirtus Tumpah, Empat Ruko di Bantur Hangus Dilalap Api

3
×

Diduga Spirtus Tumpah, Empat Ruko di Bantur Hangus Dilalap Api

Share this article
Diduga Spirtus Tumpah, Empat Ruko di Bantur Hangus Dilalap Api
Kebakaran yang melanda deretan ruko di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) dini hari.(foto:tangkapan layar video amatir warga)

Sudutkota.id – Kebakaran hebat melanda empat rumah toko (ruko) di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) dini hari. Insiden sekitar pukul 01.00 WIB itu mengakibatkan dua warga mengalami luka bakar dan kerugian material ditaksir mencapai Rp200 Juta.

Peristiwa terjadi di Jalan Raya Wonokerto, Dusun Krajan RT 4 RW 01. Empat bangunan yang terbakar memiliki luas total sekitar 90 meter persegi. Ruko yang terdampak masing-masing merupakan warung makan milik Turmudi, bengkel tambal ban milik Wawan, rumah penjahit milik Nuri, serta warung nasi milik Ari.

Kebakaran diduga bermula dari area bengkel tambal ban milik Wawan. Saat itu, Wawan diketahui tengah melakukan aktivitas penambalan ban sepeda motor. Di sekitar lokasi terdapat jurigen dan botol berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Diduga, botol spirtus yang digunakan untuk proses tambal ban tumpah dan tersambar api dari tungku tambal ban. Api kemudian dengan cepat membesar karena menyambar BBM di sekitarnya, lalu merembet ke bangunan di kanan dan kiri.

Petugas Damkar Kabupaten Malang menerima laporan pukul 01.27 WIB dan langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam dari mako dan Pos Sektor Kepanjen. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB setelah petugas melakukan pemadaman intensif dan pendinginan.

Kapolsek Bantur, Polres Malang, AKP Totok Suprapto, saat dikonfirmasi Sudutkota.id membenarkan bahwa titik awal api berada di bengkel tambal ban milik Wawan

“Dari hasil pengecekan awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari aktivitas tambal ban. Botol spirtus yang digunakan tumpah lalu tersambar api dari tungku,” jelas Totok.

Menurutnya, keberadaan BBM jenis pertalite di sekitar lokasi membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.

“Karena di dekat lokasi terdapat bahan bakar, api dengan cepat merembet ke bangunan lain hingga menghanguskan empat ruko,” ujarnya.

Totok menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada unsur kelalaian dalam penanganan bahan mudah terbakar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pelaku usaha, khususnya bengkel tambal ban, agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja..

“Kami minta masyarakat lebih berhati-hati. Jangan menaruh BBM terlalu dekat dengan sumber api dan sebaiknya menyediakan alat pemadam api ringan di tempat usaha,” pungkasnya.

Akibat kejadian tersebut, dua warga mengalami luka bakar, yakni Nuri (35) mengalami luka pada tangan dan Wawan (21), pemilik tambal ban, mengalami luka pada tangan serta punggung.

Keduanya telah mendapat perawatan di RSI Gondanglegi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun total kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp200 Juta



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *