Sudutkota.id– Bupati Malang, H.M. Sanusi, menegaskan tekad Kabupaten Malang untuk tampil sebagai daerah yang aman, damai dan menjadi contoh persatuan nasional.
Hal itu disampaikan dalam Apel Jogo Kabupaten Malang yang digelar di Pendopo Agung, Kepanjen, Rabu (3/9).
Dalam situasi nasional, Sanusi menyoroti beberapa waktu terakhir diwarnai aksi demonstrasi hingga berujung ricuh di sejumlah wilayah. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas korban jiwa yang jatuh, termasuk almarhum Affan Kurniawan.
“Peristiwa itu mengingatkan kita betapa mahalnya persatuan dan stabilitas. Kabupaten Malang tidak boleh ikut terpecah, justru harus menjadi teladan daerah yang menjaga kedamaian,” tegas Sanusi.
Dalam apel tersebut, Sanusi mendukung penuh pembacaan Ikrar Kabupaten Malang Damai yang diinisiasi berbagai elemen masyarakat. Ikrar ini dinilai sebagai simbol komitmen moral untuk menolak kekerasan, perpecahan, dan tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengajak aparat, tokoh agama, pelajar, pemuda, hingga pelaku usaha untuk bersama menjaga persaudaraan. Perbedaan pendapat wajar, tapi harus disampaikan dengan cara santun dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menariknya, apel ini digelar berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Sanusi menilai momentum tersebut selaras dengan semangat meneladani Rasulullah dalam menyebarkan kasih sayang, persaudaraan, dan perdamaian di tengah masyarakat plural.
“Nilai-nilai Maulid Nabi harus kita aktualisasikan dalam menjaga harmoni kehidupan. NKRI harga mati, dan Kabupaten Malang harus terus kita rawat sebagai daerah yang damai dan bermartabat,” pungkasnya. (ris)






















