Sudutkota.id – Langit Kanjuruhan malam itu tak hanya diterangi lampu stadion, tetapi juga cahaya doa dan sholawat yang mengalun khidmat. Puluhan ribu Aremania dan Aremanita memadati halaman luar stadion pada Selasa malam (12/8/2025), larut dalam dzikir bersama Majlis Riyadlul Jannah Indonesia.
“Ini bukan sekadar acara ulang tahun, tapi wujud cinta dan pengabdian kami kepada Arema FC serta doa untuk para syuhada Kanjuruhan,” tutur Gus Fathur Rosi, SH., dari Karangasem, Gondanglegi Wetan.
Kegiatan bertajuk “Bumi Arema Bermunajat” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-38 Arema FC. Jamaah yang hadir tenggelam dalam suasana religius, melantunkan sholawat dan doa dengan penuh kekhusyukan.
“Kami ingin ulang tahun Arema FC diisi dengan hal yang bermanfaat, membawa berkah, dan menebar kebaikan,” kata Gus Fathur Rosi.
Sehari sebelumnya, euforia Aremania pecah saat Singo Edan membungkam PSBS Biak dengan skor telak 4–1 di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan itu seakan menjadi kado ulang tahun terindah bagi klub kebanggaan Malang Raya.
“Kemenangan itu jadi kado istimewa sekaligus motivasi agar musim ini Arema FC bisa menjadi juara,” tegas Gus Fathur Rosi.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, “Bumi Arema Bermunajat” menjadi pengingat akan tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan Aremania. Doa khusus dipanjatkan untuk mereka yang telah gugur.
“Kami memohon kepada Allah agar segala dosa para syuhada Kanjuruhan diampuni dan mereka mendapatkan husnul khotimah,” ucap Gus Fathur Rosi.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemkab Malang, Tim Arema FC dan Official, hingga Korwil Aremania se-Malang Raya.
“Semua ini terwujud karena kebersamaan dan gotong royong keluarga besar Arema,” tutur Gus Fathur Rosi.
Ucapan terima kasih juga mengalir untuk BP Audio pimpinan Abah Darmaji yang memberikan dukungan penuh melalui perangkat sound system berkualitas tinggi.
“Tanpa dukungan teknis yang mumpuni, suasana khidmat seperti ini tak akan tercipta,” kata Gus Fathur Rosi.
Menutup pernyataannya, Gus Fathur Rosi berharap tradisi religius ini terus dilestarikan setiap tahun sebagai identitas Arema FC.
“Selama Singo Edan masih berdiri, selama itu pula doa dan sholawat akan selalu mengiringinya,” pungkas Gus Fathur Rosi.(ris)






















