Olahraga

Budaya dan Prestasi Menyatu, Wali Kota Malang Didaulat jadi Pendekar IPSI

165
×

Budaya dan Prestasi Menyatu, Wali Kota Malang Didaulat jadi Pendekar IPSI

Share this article
Budaya dan Prestasi Menyatu, Wali Kota Malang Didaulat Jadi Pendekar IPSI
Prosesi pengangkatan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM sebagai Pendekar IPSI Kota Malang.(foto:dok. Humas Pemkot Malang)

Sudutkota.id – Pembukaan Malang Championship 5 Tahun 2025 yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (19/7/2025), berlangsung semarak. Namun yang paling menyita perhatian adalah momen prosesi pengangkatan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM sebagai Pendekar IPSI Kota Malang.

Prosesi pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang Nomor: 60/097/PK.18XA/VII/2025 tanggal 19 Juli 2025.

Gelar Pendekar disematkan kepada Wali Kota Wahyu, sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas dedikasi, perhatian, dan kontribusinya dalam pembinaan serta pelestarian pencak silat di Kota Malang.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois itu mengaku terharu sekaligus bangga. Ia menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan kehormatan yang mengandung tanggung jawab moral besar, terutama dalam mendorong kemajuan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sumber prestasi olahraga Kota Malang.

“Ini adalah gelar yang sangat bermakna bagi saya. Sejak kecil saya sudah aktif di pencak silat, khususnya di organisasi Perisai Diri. Bahkan sampai sekarang saya masih menjadi anggota kehormatan. Jadi ketika saya dipercaya menjadi Pendekar IPSI, rasanya seperti pulang ke rumah sendiri. Tentu ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus mendukung kemajuan pencak silat di Kota Malang,” ujar Wahyu.

Pencak silat, kata Wahyu, bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga media untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kedisiplinan, hormat kepada sesama, sportivitas, serta ketangguhan mental. Menurutnya, generasi muda yang terlibat dalam pencak silat tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga secara moral dan karakter.

Ia berharap agar Malang Championship 5 menjadi wadah strategis dalam mencari dan mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, bahkan Indonesia di pentas nasional maupun internasional.

“Mari kita jadikan kejuaraan ini sebagai tonggak penting untuk mencetak masa depan pencak silat yang lebih gemilang. Kita ingin dari Kota Malang lahir pesilat yang tak hanya juara di gelanggang, tapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa,” tegasnya.

Kejuaraan tahun ini terbilang spesial karena para peserta tidak hanya memperebutkan Piala Wali Kota Malang, namun juga Piala Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang menambah gengsi sekaligus tantangan bagi para atlet.

“Saya mengajak seluruh atlet muda untuk bertanding dengan penuh semangat dan jiwa kesatria. Menang kalah adalah bagian dari pertandingan, namun yang utama adalah proses dan sportivitas. Pengalaman bertanding hari ini adalah bekal emas untuk masa depan kalian sebagai pesilat dan sebagai pribadi,” tambahnya.

Pak Mbois juga memberikan perhatian khusus kepada para pelatih dan official. Ia menilai peran mereka sangat penting dalam mendampingi dan membentuk karakter para atlet muda, bukan hanya dalam hal teknik, tetapi juga pembentukan mental dan moral.

“Bagi para pelatih dan pembina, saya titip agar selalu memberi bimbingan yang mendidik, memberi teladan yang baik, dan membangun iklim pencak silat yang sehat dan penuh integritas. Tugas kita tidak hanya mencetak juara, tetapi juga mendidik manusia-manusia berkarakter luhur,” ungkapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Malang di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat memang menunjukkan komitmen besar terhadap pembinaan olahraga, khususnya cabang-cabang berbasis budaya lokal seperti pencak silat. Kota Malang menjadi tuan rumah ajang Porprov Jatim IX dan secara rutin mendukung turnamen pencak silat antar pelajar dan antar perguruan.

Pengangkatan Wali Kota sebagai Pendekar IPSI juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas pencak silat di Kota Malang.

Dengan dukungan kebijakan, fasilitas, dan pembinaan yang lebih baik, IPSI optimistis pencak silat akan semakin diminati generasi muda serta mampu menjadi ikon kebanggaan daerah.(mit)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *