Peristiwa

Bapak Empat Anak di Bantur Malang Ditemukan Meninggal Gantung Diri

24
×

Bapak Empat Anak di Bantur Malang Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Share this article
Bapak Empat Anak di Bantur Malang Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Aparat kepolisian dan perangkat desa berada di lokasi kejadian meninggalnya seorang warga karena gantung diri di Dusun Tetelan, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026).(foto:sudutkota.id/ris)

Sudutkota.id – Warga Dusun Tetelan Gumukmas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang kepala keluarga yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri, Sabtu (31/01/2026).

Kepala Desa Karangsari, Deni, membenarkan peristiwa tersebut. Korban diketahui berinisial SDK, berusia sekitar 60 tahun, dan merupakan kepala keluarga dengan empat orang anak.

“Yang meninggal dunia atas nama Pak SDK, kurang lebih usia 60 tahun, beliau kepala keluarga dan memiliki empat anak,” ujar Deni.

Menurut Deni, korban sebelumnya pernah mencoba mengakhiri hidupnya sekitar lima bulan lalu, namun saat itu berhasil digagalkan oleh keluarga dan sempat mendapatkan perawatan medis.

“Korban sudah pernah mencoba gantung diri lima bulan yang lalu, tapi ketahuan keluarga dan dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Deni juga menyebutkan, berdasarkan informasi yang berkembang di lingkungan warga, terdapat dugaan tekanan psikologis yang dialami korban.

“Kalau cerita yang beredar, ada yang menyebut sempat mengalami gangguan, dan ada juga yang mengaitkan dengan persoalan utang-piutang,” ungkapnya.

Namun demikian, Deni menegaskan bahwa secara administratif, persoalan ekonomi korban disebut sudah tidak ada lagi.

“Kalau soal utang, informasinya sudah lunas. Kebunnya juga disewakan, jadi secara administrasi sudah selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bantur AKP Totok menyatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti peristiwa tersebut.

“Untuk saat ini saya belum bisa berstatement karena masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.

AKP Totok menambahkan, seluruh informasi resmi terkait kasus tersebut nantinya akan disampaikan melalui satu pintu oleh Humas Polres Malang.

“Nanti keterangan resmi akan disampaikan oleh Humas Polres Malang,” pungkasnya.

Artikel ini disajikan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk menginspirasi, meniru, atau mendorong siapa pun melakukan tindakan serupa. Sudutkota.id mengimbau pembaca yang mengalami gejala depresi, tekanan psikologis, atau munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan profesional, seperti psikolog, psikiater, layanan kesehatan mental, atau pihak berkompeten lainnya. Keselamatan dan kesehatan mental adalah hal utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *