Sudutkota.id– Sebuah band DCUSTIC asal Kabupaten Malang siap mengguncang panggung nasional. Band yang dibentuk pada 21 Juni 2022 oleh Bambang Priambodo yang merupakan sosok yang akrab disapa KKB (Kakak Bambang).
Pria kelahiran Papua tersebut memulai perjalanannya di dunia musik dengan semangat besar dan kecintaan terhadap seni. Dalam formasi awal, ia berkolaborasi dengan Wahyu sebagai pemain kendang, sementara KKB (Kakak Bambang) sendiri mengambil peran sebagai vokalis dan ritem.
Seiring berjalannya waktu, DCUSTIC terus berkembang dengan menambah beberapa kru yang mendukung perjalanan musikal mereka. Di antaranya adalah Julia dan Aya, yang turut berkontribusi sebagai singger dan semangat tim.
Tak hanya itu, bergabung pula Nanda, yang akrab dipanggil Ogleng dan Dana saputra dengan nama panggung Lehung.
“Dulunya seorang barberman, kini ia menjadi salah satu bagian penting dalam tim sebagai crew Dcustic. Perjalanannya tidak mudah. Kami sempat bingung memikirkan bagaimana agar band ini bisa tetap berjalan, apalagi soal profit yang belum mencukupi,” ujar KKB pada Rabu (04/06/2025) saat team Sudutkota.id mewancarainya.
Namun, semua tantangan itu mulai terbayar. Saat ini, DCUSTIC sudah mempunyai 9 crew aktif dan 1 cadangan, dari kerja keras mereka, band ini kini rutin tampil setiap minggu, memiliki lagu ciptaan sendiri, hingga berhasil membangun kanal YouTube sebagai wadah berkarya.
DCUSTIC menjadikan Turen sebagai basecamp tempat mereka berlatih setiap minggu. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.
“Alat-alat kami sudah lengkap di sana, jadi lebih efisien untuk latihan,” jelas KKB.
Komitmen untuk terus berkembang membuat setiap sesi latihan menjadi momen penting dalam menjaga kekompakan dan kualitas musikalitas mereka.
Salah satu pencapaian paling berkesan bagi DCUSTIC adalah ketika mereka berhasil membimbing seorang siswi SMK menjadi penyanyi berbakat.
“Sekarang anak itu sudah punya jadwal manggung sendiri dan mulai rekaman. Kami bangga bisa jadi bagian dari perjalanannya,” kata KKB penuh semangat.
Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi DCUSTIC terhadap regenerasi musisi muda di Malang. Untuk urusan perform, DCUSTIC menawarkan tarif antara Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung kebutuhan acara. Meski begitu, bagi mereka keberhasilan acara jauh lebih penting daripada nominal.
“Yang paling utama bagi kami adalah acara yang kami kawal bisa berjalan sukses dan berkesan,” tegas KKB.
Mereka ingin setiap musisi lokal mampu menciptakan lagu sendiri dan dikenal luas, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Kami ingin Malang jadi gudangnya musisi hebat,” tutur KKB dengan penuh optimis.
Dengan semangat pantang menyerah, kerja keras, dan solidaritas tim yang kuat, DCUSTIC membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dari tempat sederhana.
“Dari kabupaten ke tingkat nasional, dan kini menatap panggung yang lebih luas,” pungkasnya. (ris)





















