Pendidikan

Selama Ramadan, Jam Pelajaran Siswa SD dan SMP di Jombang Dipersingkat

14
×

Selama Ramadan, Jam Pelajaran Siswa SD dan SMP di Jombang Dipersingkat

Share this article
Selama Ramadan, Jam Pelajaran Siswa SD dan SMP di Jombang Dipersingkat
Suasana pembelajaran di salah satu SD di Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Jam pelajaran siswa SD hingga SMP di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bakal dipersingkat selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif, sekaligus memberi kenyamanan bagi siswa dalam menjalankan ibadah puasa.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) resmi yang telah diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa siswa SD dan SMP akan kembali aktif masuk sekolah mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Saat ini siswa menjalani libur awal puasa pada 18-20 Februari 2026.

“Selama Ramadan, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Namun menggunakan jadwal khusus agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” kata Wor, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan, dalam kebijakan jam sekolah Ramadan di Jombang ini, durasi waktu belajar mengalami penyesuaian.

“Untuk jenjang SD, satu jam pelajaran dipersingkat menjadi 25 menit. Untuk jenjang SMP, setiap jam pelajaran menjadi 30 menit,” paparnya.

Penyesuaian jam pelajaran SD dan SMP di Jombang selama Ramadan 2026 ini dilakukan agar siswa tidak terlalu lelah saat berpuasa, namun tetap mendapatkan materi pembelajaran secara optimal.

Selain pemangkasan durasi belajar, Disdikbud Jombang juga menetapkan hari efektif fakultatif pada 9 hingga 17 Maret 2026.

Pada periode tersebut, sekolah akan mengisi kegiatan dengan aktivitas keagamaan. Bagi siswa Muslim, kegiatan meliputi, Tadarus Al-Qur’an, Pesantren kilat, Kajian keagamaan.

Sementara bagi siswa non-Muslim, dianjurkan mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Tak hanya itu, Wor Windari meminta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai ketentuan surat edaran.

Ia menegaskan pentingnya optimalisasi waktu belajar meskipun jam pelajaran selama Ramadan dipersingkat.

“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan edaran ini dengan baik, sehingga pembelajaran selama Ramadan tetap optimal, sekaligus mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *