Daerah

Usai Kritik Penampilan Valen, Netizen Kuliti Bung Fafan Anggota DPRD Sampang

13
×

Usai Kritik Penampilan Valen, Netizen Kuliti Bung Fafan Anggota DPRD Sampang

Share this article
Usai Kritik Penampilan Valen, Netizen Kuliti Bung Fafan Anggota DPRD Sampang
Tangkapan layar akun Facebook SAMPANG COMMUNITY.(foto:sudutkota.id/hbb)

Sudutkota.id – Kritik yang dilontarkan anggota DPRD Kabupaten Sampang, Moh. Iqbal Fathoni, terhadap penampilan penyanyi dangdut Valen, di konser amal bertajuk 1 Irama Peduli Nusantara di Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, memantik gelombang respons keras dari warganet.

Legislator yang akrab disapa Bung Fafan itu sebelumnya menyampaikan kritik melalui akun media sosial pribadinya, menyoal kualitas lagu yang dibawakan dalam konser amal yang digelar Sabtu (14/2/2026).

“Gelarnya pangeran dangdut ternyata bernyanyi lagu plagiat, gak pantas gelar pangeran dangdut kamu Len,” cuit Bung Fafan di akun Facebooknya.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik, mengingat acara itu dikemas sebagai kegiatan sosial untuk kepedulian kemanusiaan.

Valen sendiri dikenal sebagai penyanyi dangdut asal Pamekasan, Madura, yang pernah menjadi Runner Up ajang Dangdut Academy musim ketujuh. Popularitasnya di wilayah Madura membuat konser tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Namun, alih-alih mendapat dukungan, kritik Bung Fafan justru berbalik menjadi sorotan tajam terhadap dirinya. Sejumlah akun media sosial mempertanyakan sikap pejabat publik yang dinilai kurang bijak dalam menyampaikan kritik, terlebih pada momentum kegiatan amal.

Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan muncul di komunitas daring Sampang Community. Akun bernama Marnito menyinggung dugaan proses politik dalam pemilihan legislatif yang mengantarkan Fafan ke kursi DPRD.

“anggota dprd yang mengkritik valen di duga terpilih pilleg karena menjegal lawan poltiknya. padahal 2 paslon dari nasdem dapet 8rb dan 9rb suara. tapi dia yang naik ke parlemen yg hanya memperoleh 7rb suara apakah masih kurang jelas kecurangan ini saudara.. monggo klarifikasi pak dprd sama istrinya,” tulisnya, Jumat (20/02/2023).

Tuduhan tersebut memantik perdebatan pro dan kontra di kolom komentar. Sejumlah warganet menilai kritik terhadap karya seni merupakan hal wajar dalam ruang demokrasi.

Namun, sebagian lainnya menekankan pentingnya etika komunikasi, terutama bagi pejabat publik yang memiliki tanggung jawab moral di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak Bung Fafan terkait tudingan yang beredar di media sosial tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *