Peristiwa

Dilaporkan Dugaan TPKS, Gus Idris Minta Jangan Terpengaruh Isu

9
×

Dilaporkan Dugaan TPKS, Gus Idris Minta Jangan Terpengaruh Isu

Share this article
Foto: Muhammad Idris Al-Marbawy atau Gus Idris. (Foto: Sudutkota.id/GAN)

Sudutkota.id – Konten kreator sekaligus pendakwah, Muhammad Idris Al-Marbawy atau yang dikenal sebagai Gus Idris dilaporkan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) di Polres Malang.

Laporan tersebut saat ini tengah ditangani oleh penyidik, dengan memintai keterangan sejumlah korban dan saksi. Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana membenarkan adanya laporan itu.

Kasus ini mencuat setelah seorang talent wanita mengaku menjadi korban dugaan pelecehan secara verbal, dengan modus tawaran pekerjaan shooting. Dia mengaku awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai talent, namun situasi disebut berujung pada dugaan perbuatan asusila.

Curhatan korban tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Salah satu akun medsos yang mengunggah pengakuan itu turut memperingatkan para talent wanita lainnya agar berhati-hati terhadap tawaran serupa.

Menanggapi kabar yang beredar, Guntur Putra Abdi Wijaya, SH, kuasa hukum Gus Idris menyatakan kliennya siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. “Kita akan buktikan kebenarannya,” ujar dia, Jumat (13/2/2026).

Guntur menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat panggilan resmi dari Satreskrim Polres Malang. “Klien kami akan kooperatif apabila proses hukum berlanjut,” tambahnya.

Menurutnya, sejak awal tidak ada penyebutan nama secara langsung dalam unggahan yang viral. Namun, di beberapa platform lain, nama Gus Idris kemudian dikaitkan dengan isu tersebut.

“Dari awal tidak ada penyebutan nama. Nama Gus itu banyak. Tapi kemudian ada platform lain yang menyebut nama klien kami. Sangat disayangkan isu itu berkembang luas dan berdampak pada kegiatan dakwah beliau,” ujarnya.

Senada dengannya, Gus Idris juga menambahkan, bila isu yang sudah berkembang tersebut, dinilai sangat merugikan, terutama karena masih terus aktif berdakwah di tengah masyarakat.

“Kami memilih untuk tetap fokus pada klarifikasi dan menyampaikan fakta yang sebenarnya. Sehingga masyarakat pun juga kami harap tidak gampang terpengaruh isu-isu tersebut

Gus Idris juga mengakui adanya konflik internal yang diduga kuat menjadi pemicu miskomunikasi. “Admin medsos kami juga telah dinonaktifkan. Meski demikian, kami akan ikuti prosedur hukum,” tegas dia.

Di sisi lain, Gus Idris juga masih mempertimbangkan langkah hukum lanjutan apabila ditemukan adanya unsur pencemaran nama baik atau penyebaran informasi yang tidak benar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *