Daerah

Tambahan Gaji Belum Dibayar, Nakes PPPK RSUD Jombang Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan

9
×

Tambahan Gaji Belum Dibayar, Nakes PPPK RSUD Jombang Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan

Share this article
Tambahan Gaji Belum Dibayar, Nakes PPPK RSUD Jombang Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan
RSUD Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Tambahan gaji PPPK paruh waktu RSUD Jombang, Jawa Timur, dilaporkan belum cair selama dua bulan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan RSUD Kabupaten Jombang.

Keterlambatan tambahan gaji PPPK RSUD Jombang sebesar Rp 500.000, dari Bupati Jombang tersebut memicu keresahan, terutama karena menyangkut hak sebagai aparatur negara sekaligus kebutuhan ekonomi keluarga yang terus berjalan.

B (38), salah satu tenaga kesehatan PPPK paruh waktu RSUD Jombang mengungkapkan, hingga pertengahan Januari 2026, tambahan gaji sebesar Rp500 Ribu yang seharusnya diterima belum juga dibayarkan.

“Sudah dua bulan ini belum ada pencairan tambahan gaji 500 ribu rupiah dari Bupati. Kami juga belum tahu kendalanya apa,” ujarnya, Rabu (11/1/2026).

Meski tambahan gaji tenaga kesehatan belum cair, ia menyebut para nakes tetap menjalankan tugas seperti biasa demi menjaga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal.

Namun demikian, kondisi tersebut memaksanya mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaannya sebagai tenaga kesehatan.

“Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, saya terpaksa mencari penghasilan lain. Sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan,” katanya.

Ia bersama rekan-rekan PPPK paruh waktu lainnya berharap pembayaran tambahan gaji dari Bupati Jombang ini segera direalisasikan, terlebih Ramadan 2026 diperkirakan segera tiba dalam waktu dekat.

“Kami tetap bekerja karena ini tanggung jawab pelayanan. Tapi tentu kami berharap hak kami segera dibayarkan,” tuturnya.

Keluhan juga muncul setelah para tenaga kesehatan mengetahui bahwa PPPK paruh waktu di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Jombang disebut telah menerima gaji mereka.

“Teman-teman di OPD lain sudah dibayar. Makanya kami mempertanyakan kenapa di RSUD Jombang belum,” ujarnya.

Sejumlah PPPK paruh waktu RSUD Jombang disebut telah meminta penjelasan kepada manajemen rumah sakit. Dari informasi yang diterima, pembayaran dua bulan gaji yang tertunda dijanjikan akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Jombang, Saean Efendi, membenarkan bahwa tambahan gaji PPPK RSUD Jombang sebesar Rp500 Ribu tersebut memang belum dicairkan.

“Kalau tambahan gaji 500 Ribu Rupiah, semua BLUD (RSUD Jombang, RSUD Ploso, puskesmas) memang belum, Mas,” kata Saean, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, tambahan gaji PPPK paruh waktu yang dijanjikan Bupati Jombang Warsubi itu masih dalam proses administrasi di pemerintah daerah.

“Ya, karena masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemda,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada kendala aturan mengenai pencairan tambahan gaji P3K tersebut, pihaknya mengaku belum paham.

“Mohon maaf kurang paham mas, itu yang mengurusi bagian keuangan, coba besok saya koordinasiman dulu dengan bagian keuangan ya,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada kepastian waktu pencairan tambahan gaji PPPK paruh waktu tersebut. Para PPPK berharap proses administrasi segera rampung agar hak mereka dapat segera diterima.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian tanggal pencairan tambahan gaji PPPK RSUD Jombang tersebut.

Kondisi ini membuat para tenaga kesehatan semakin waswas, terutama menghadapi kebutuhan rumah tangga dan persiapan Ramadan.

Hingga berita ini ditulis, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan tambahan gaji PPPK paruh waktu tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *