Peristiwa

Tujuh Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Korban Laka Laut Balekambang Resmi Ditutup

2
×

Tujuh Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Korban Laka Laut Balekambang Resmi Ditutup

Share this article
Tujuh Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Korban Laka Laut Balekambang Resmi Ditutup
Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet saat melakukan penyisiran perairan Pantai Balekambang dalam operasi pencarian korban laka laut yang berlangsung selama tujuh hari dan berakhir tanpa hasil.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya resmi ditutup.

Hingga akhir operasi, korban bernama Lian Anton (27), pencari ikan asal Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, belum berhasil ditemukan dan dinyatakan nihil.

Penutupan operasi SAR dilakukan pada, Sabtu (7/2/2026), setelah seluruh unsur SAR gabungan mengerahkan upaya maksimal melalui penyisiran darat dan laut di kawasan pesisir Malang Selatan.

Pencarian bahkan diperluas ke sejumlah pantai lain, seperti Banthol, Ngliyep, Nglurung, hingga Jonggring Saloko, menyesuaikan dengan pola arus laut selatan yang dikenal kuat dan tidak menentu.

Sejak hari pertama kejadian, operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Satpolairud, Pos AL Sendangbiru, PMI, Tagana, relawan SAR, hingga masyarakat sekitar. Namun kondisi cuaca, gelombang tinggi, dan karakter arus laut menjadi tantangan utama di lapangan.

Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto menegaskan bahwa keputusan penutupan operasi diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh dan pertimbangan keselamatan personel.

“Sejak hari pertama hingga hari ketujuh, seluruh unsur SAR gabungan telah bekerja maksimal dengan menyisir jalur darat dan laut. Namun sampai akhir operasi, hasil pencarian masih dinyatakan nihil,” ujar AKP Totok saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026) petang.

Ia menambahkan, arus laut selatan yang kuat memungkinkan korban terbawa jauh dari titik awal kejadian, sehingga area pencarian terus diperluas selama operasi berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, maupun masyarakat yang sejak awal ikut membantu pencarian,” tegasnya.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, AKP Totok memastikan pihak kepolisian tetap membuka ruang koordinasi apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban.

“Apabila masyarakat menemukan indikasi atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban, kami berharap segera melapor agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *