Sudutkota.id – Korem 083/Baladhika Jaya mengerahkan sekitar 5.000 personel gabungan untuk mengamankan kunjungan Presiden Republik Indonesia pada acara Haul NU 1 Abad yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang. Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Banser NU.
Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, mengatakan jumlah personel yang disiapkan bersifat dinamis dan dapat ditambah sesuai perkembangan situasi serta eskalasi potensi ancaman di lapangan.
“Kekuatan personel yang disiapkan kurang lebih kita setel di angka 5 ribuan. Namun demikian jumlah tersebut tetap dinamis, disesuaikan dengan situasi yang berkembang,” ujar Kolonel Kohir.
Pernyataan itu disampaikan usai menggelar apel kesiapan pengamanan di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jumat (6/2). Apel tersebut digelar sebagai bagian dari pengecekan kesiapan akhir, baik personel, material, maupun sistem pengamanan terpadu menjelang kedatangan Presiden RI di Malang Raya.
Kolonel Kohir menegaskan bahwa pengamanan kunjungan Presiden bukan tugas rutin, melainkan tugas kehormatan yang mengandung tanggung jawab besar serta menyangkut citra dan marwah institusi negara. Karena itu, pengamanan dilakukan secara all out dengan prinsip zero failure.
“Kita tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Mau gangguan dari perorangan, kelompok, atau bentuk ancaman lainnya, semuanya harus kita antisipasi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Korem 083/Baladhika Jaya telah melakukan kolaborasi lintas instansi, bukan sekadar koordinasi administratif. Sinergi dilakukan bersama Pemerintah Kota Malang, pimpinan daerah, panitia Haul NU 1 Abad, unsur Korpam, serta seluruh elemen pengamanan yang terlibat.
“Kami sudah berkolaborasi dengan Pak Wali Kota, pimpinan daerah, panitia, dan unsur pengamanan lainnya. Selain itu, kami juga menyiapkan opsi penambahan kekuatan jika diperlukan,” jelas Kohir.
Terkait isu rombongan liar maupun potensi gangguan keamanan, Danrem memastikan seluruh skenario telah masuk dalam perencanaan pengamanan. Antisipasi dilakukan melalui pengamanan berlapis, termasuk penjagaan di titik-titik masuk, jalur pergerakan, hingga area utama kegiatan di Stadion Gajayana.
“Semua potensi ancaman menjadi prioritas pengamanan kami. Tidak hanya fokus pada satu jenis ancaman saja,” katanya.
Dalam arahannya saat apel, Kolonel Kohir juga menekankan kepada seluruh personel agar memahami tugas dan prosedur pengamanan, menguasai rute serta sektor tanggung jawab, meningkatkan deteksi dini dan cegah dini, serta mematuhi rantai komando dan sistem pelaporan.
Selain itu, seluruh personel diminta menjaga disiplin, profesionalisme, dan sikap humanis, namun tetap tegas dalam bertugas. Kesiapan material, kendaraan dinas, senjata, serta alat komunikasi juga menjadi perhatian utama.
“Pengamanan Presiden memiliki standar zero failure. Saya menaruh kepercayaan penuh kepada seluruh personel untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas,” pungkas Kolonel Kohir.






















