Peristiwa

6 Hari Korban Laka Laut Balekambang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Jonggring Saloko

33
×

6 Hari Korban Laka Laut Balekambang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Jonggring Saloko

Share this article
6 Hari Korban Laka Laut Balekambang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Jonggring Saloko
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan tim SAR melakukan koordinasi lapangan di pesisir pantai Malang Selatan sebelum melanjutkan penyisiran H+6 pencarian korban laka laut Pantai Balekambang, Jumat (6/2/2026).(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Harapan menemukan Lian Anton (27), pencari ikan asal Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, masih belum terwujud. Memasuki hari keenam (H+6) sejak dilaporkan hilang, operasi pencarian korban kecelakaan laut terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan, Jumat (6/2/2026).

Kali ini, area pencarian diperluas secara signifikan dengan menyisir pesisir Pantai Banthol, Ngliyep, Nglurung hingga Jonggring Saloko, kawasan Malang Selatan, Jawa Timur. Perluasan wilayah dilakukan menyusul kuatnya arus laut selatan yang berpotensi membawa korban jauh dari titik awal kejadian.

Sebelum operasi dimulai, apel koordinasi digelar di kawasan pesisir dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto. Dalam apel tersebut, personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan SAR, serta masyarakat setempat dibagi menjadi empat tim untuk melakukan penyisiran darat dan laut secara paralel.

“Pencarian difokuskan pada titik-titik pantai yang berpotensi menjadi lokasi korban terdampar. Evaluasi dilakukan setiap hari berdasarkan arah arus dan kondisi gelombang,” ujar AKP Totok Suprapto.

Sejak hari pertama, pencarian melibatkan sedikitnya 45 personel dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas Malang Raya, BPBD Kabupaten dan Provinsi Jawa Timur, Polres Malang, Satpolairud, Koramil Bantur, Polsek Bantur, Pos AL Sendangbiru, PMI, Tagana, relawan SAR, hingga warga sekitar.

Meski cuaca di kawasan laut selatan kerap berubah cepat dan gelombang relatif tinggi, tim SAR memastikan operasi pencarian tetap dilanjutkan sesuai prosedur.

“Hingga hari keenam ini korban masih belum ditemukan. Operasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan kondisi alam,” pungkasnya.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Sekitar pukul 01.05 WIB, korban berangkat dari rumahnya menuju Pantai Balekambang untuk mencari ikan dengan metode tradisional nyuluh. Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB, korban sempat menunggu air laut surut sambil menyiapkan peralatan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, korban mulai turun ke laut. Namun, satu jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB, korban tiba-tiba terseret arus kuat ke tengah laut dan sempat berteriak meminta tolong.

Sejumlah pencari ikan lain yang berada di sekitar lokasi berusaha memberikan pertolongan. Namun kondisi laut yang gelap, ombak besar, serta kuatnya arus membuat upaya penyelamatan gagal. Sekitar pukul 03.30 WIB, korban dinyatakan hilang setelah alat penerangan yang digunakan terlepas dan tidak terlihat lagi di permukaan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *