Sudutkota.id – Sebanyak 12 ruas jalan utama di Kota Malang akan ditutup total selama pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana.
Penutupan ini mencakup kawasan elit dan jalur vital kota, mulai dari Jalan Besar Ijen, Jalan Retawu, Jalan Wilis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, hingga Jalan Buring.
Penutupan jalan tersebut diberlakukan mulai Jumat, 7 Februari 2026 pukul 12.00 WIB hingga Sabtu, 8 Februari 2026 pukul 20.00 WIB, guna mengantisipasi lonjakan besar jamaah yang diperkirakan memadati Kota Malang selama peringatan satu abad NU.
Kabid Perparkiran Dishub Kota Malang, Rahmad Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan penutupan ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas berskala besar dan tidak bisa ditawar.
“Untuk Harlah NU di Stadion Gajayana, kami menerapkan sistem pengaturan parkir dan lalu lintas yang terintegrasi secara digital. Jamaah dapat mengakses informasi parkir, drop zone, hingga rekayasa lalu lintas melalui satu platform,” ujar Rahmad, Rabu (4/2/2026).
Selain penutupan jalan, Dishub Kota Malang juga melarang keras parkir di badan jalan dan tepi jalan umum. Rahmad menegaskan, setiap pelanggaran akan langsung ditindak di lapangan.
“Tidak ada toleransi. Pelanggar akan dikenakan penggembokan, penderekan kendaraan, hingga penilangan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub membagi wilayah Kota Malang menjadi tiga zona utama, yakni Zona Barat, Zona Timur, dan Zona Selatan.
Pembagian zona ini disesuaikan dengan arah kedatangan jamaah, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus rombongan.
“Dengan sistem zonasi ini, arus kendaraan tidak menumpuk di satu titik. Semua sudah kami atur, termasuk kantong parkir dan jalur khusus bus,” jelas Rahmad.
Dishub Kota Malang memastikan akan menurunkan petugas gabungan untuk melakukan pengamanan, pengawasan parkir, serta pengaturan lalu lintas secara ketat di lapangan. Masyarakat diminta untuk menghindari kawasan terdampak dan menggunakan jalur alternatif.
“Kami minta kerja sama semua pihak. Tertib parkir dan patuh rekayasa lalu lintas adalah kunci kelancaran Harlah 1 Abad NU di Kota Malang,” pungkasnya.






















