Sudutkota.id – Pelaksanaan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun di Stadion Gajayana, Kota Malang, dipastikan berdampak langsung terhadap pemanfaatan fasilitas publik dan mobilitas warga. Pemerintah Kota Malang menegaskan seluruh aktivitas olahraga diliburkan, sementara areal dalam Stadion Gajayana ditutup total dan harus steril selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
Kebijakan tersebut diambil mengingat skala kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 100 ribu jamaah dari berbagai daerah, sehingga membutuhkan pengamanan dan penataan kawasan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan sterilisasi total menjadi syarat mutlak demi kelancaran dan keamanan kegiatan nasional tersebut.
“Selama dua hari pelaksanaan, areal dalam Stadion Gajayana harus steril atau off total. Tidak boleh ada aktivitas lain, termasuk olahraga,” kata Baihaqi saat dikonfirmasi sudutkota.id, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, penutupan total areal dalam stadion dilakukan karena kawasan tersebut akan digunakan untuk penataan panggung utama, jalur jamaah, pos pengamanan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
“Stadion akan difokuskan sepenuhnya untuk kegiatan Harlah NU. Ini untuk menghindari benturan aktivitas dan menjaga keamanan bersama,” tegasnya.
Selain penutupan stadion, Pemkot Malang juga meliburkan seluruh aktivitas olahraga pelanggan pada Sabtu dan Minggu, termasuk kegiatan rutin masyarakat yang biasa memanfaatkan kawasan Stadion Gajayana.
“Untuk aktivitas olahraga pelanggan, sementara kami liburkan selama pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Dalam hal mobilitas jamaah, Baihaqi menegaskan bahwa seluruh jamaah wajib berjalan kaki menuju stadion. Tidak ada kendaraan bermotor yang diperbolehkan masuk ke kawasan stadion, kecuali kendaraan terbatas untuk tamu VVIP dan pengurus besar NU.
“Jamaah akan diarahkan ke titik-titik transit yang telah disiapkan, kemudian berjalan kaki menuju stadion sesuai pengaturan zona,” jelasnya.
Ia menambahkan, becak listrik tidak diarahkan untuk mengangkut jamaah menuju stadion karena seluruh sistem mobilisasi sudah diatur berbasis transit dan jalan kaki.
Terkait lalu lintas, Pemkot Malang bersama kepolisian akan melakukan penutupan dan penyekatan sejumlah jalan poros di sekitar Stadion Gajayana, serta menyiapkan kantong-kantong parkir di luar kawasan inti.
Baihaqi juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat Kota Malang, khususnya pengguna fasilitas stadion dan warga di sekitar lokasi kegiatan, agar mematuhi seluruh pengaturan yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitasnya, menghindari kawasan Stadion Gajayana selama dua hari pelaksanaan, dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, Disporapar Kota Malang juga mengimbau pengelola hotel, restoran, destinasi wisata, dan Pokdarwis untuk bersiap memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah NU yang berkunjung ke Kota Malang.
“Momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik. Layani para tamu dengan ramah, aman, dan tertib, agar citra Kota Malang tetap positif,” pungkas Baihaqi.






















