Daerah

Cuaca Lembab Picu Kresek, Serangan Padi di Plandaan Jombang Capai 30 Persen

16
×

Cuaca Lembab Picu Kresek, Serangan Padi di Plandaan Jombang Capai 30 Persen

Share this article
Petani padi di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini berada dalam status siaga tinggi.
Tanaman padi milik petani di wilayah Plandaan. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Petani padi di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini berada dalam status siaga tinggi.

Penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau kresek yang disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae dilaporkan mulai menyerang areal persawahan pada musim tanam (MT) padi MP1 2026.

Heri Santoso, petani padi asal Plandaan, mengungkapkan serangan penyakit kresek mulai terlihat jelas di lahan sawah miliknya.

“Kami menyadari pemupukan nitrogen yang terlalu tinggi membuat tanaman menjadi rentan. Selain itu, jarak tanam yang terlalu rapat juga mempercepat penyebaran penyakit,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Ia mengaku, kondisi tersebut membuat petani khawatir akan penurunan produktivitas padi.

“Ya tentu khawatir produksi turun. Harapan kami ada gerakan penyemprotan massal supaya penyebaran penyakit kresek tidak semakin meluas,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan, Yus Ardi Baskoro, membenarkan adanya serangan penyakit kresek di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, luas serangan penyakit kresek di Plandaan mencapai 25–30 persen dari total luas pertanaman padi sekitar 2.174,73 hektare.

“Serangan mayoritas ditemukan pada tanaman padi varietas galur atau benih tidak bersertifikat yang masih banyak digunakan petani setempat,” jelas Yus Ardi.

Menurutnya, kondisi cuaca mendung dan lembab dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama berkembangnya bakteri penyebab kresek.

Selain itu, faktor kesalahan teknis budidaya, seperti pola pemupukan yang tidak seimbang dan pengaturan jarak tanam, turut memperparah tingkat serangan.

Serangan penyakit kresek yang terjadi pada fase vegetatif hingga menjelang panen, terutama saat menyerang daun bendera, dinilai sangat kritis. Daun bendera memiliki peran penting dalam proses fotosintesis dan pengisian bulir padi. “Kalau daun bendera terserang, produksi dipastikan turun,” tegasnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama PPL telah melakukan penyuluhan intensif kepada petani terkait upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kresek di Jombang.

“Fokus kami pada edukasi pencegahan, termasuk mendorong penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap penyakit kresek,” jelas.

Ia menambahkan, meskipun Dinas Pertanian kerap memberikan bantuan obat, namun cakupannya masih terbatas. “Bantuan biasanya tidak bisa menjangkau 100 persen lahan petani yang tanamannya terserang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *