Sudutkota.id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra, Feri Andi Suseko, menyambut positif mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarejo sebagai pelaksana awal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang.
Menurutnya, kehadiran SPPG tidak hanya menjawab kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi desa.
SPPG Banjarejo di bawah naungan Yayasan Alief Berkah Abadi resmi memulai tahap awal penyaluran MBG pada Kamis (29/1/2026) dengan mendistribusikan 755 porsi makanan bergizi ke sembilan sekolah di Desa Banjarejo.
Feri mengaku menerima laporan sejak dini hari dari pengelola SPPG, lengkap dengan dokumentasi penyaluran ke sekolah penerima manfaat. Momen tersebut, kata dia, memperkuat komitmennya mengawal program nasional prioritas.
“Sejak pagi saya menerima laporan dan video penyaluran. Terus terang, saya sangat terharu. Ini bagian dari ikhtiar kami di daerah untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto tentang Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Sebagai kader Partai Gerindra sekaligus legislator, Feri menegaskan tanggung jawab moral dan politiknya memastikan program pusat berjalan optimal di daerah. Ia pun terlibat langsung sebagai mitra pelaksanaan SPPG Banjarejo.
“Apapun program Presiden, sudah menjadi kewajiban kami sebagai kader untuk mengawal dan menyukseskannya,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi desa, Feri menilai keberadaan SPPG strategis karena memanfaatkan fasilitas desa. Gedung gelanggang olahraga desa disulap menjadi dapur SPPG, yang berpotensi menambah pendapatan asli desa (PAD).
“Nilai kontrak SPPG ditargetkan sekitar Rp300 juta per tahun. Jika berjalan lima tahun, totalnya bisa mencapai Rp1,5 miliar. Ini peluang ekonomi yang konkret bagi desa,” jelasnya.
Dia juga memastikan bahan pangan MBG diserap dari produk lokal, mulai sayuran, ayam, hingga kebutuhan dapur lain yang berasal dari warga Desa Banjarejo dan wilayah Ngantang.
“Saya minta bahan baku dari warga lokal. Anak-anak mendapat gizi, orang tua dan petani juga mendapat tambahan penghasilan,” katanya.
Ke depan, ia berharap program ini mendorong lahirnya petani-petani baru yang mandiri sehingga manfaat MBG berkelanjutan. Selain itu, operasional SPPG telah menyerap 47 tenaga kerja lokal, seluruhnya warga Kecamatan Ngantang dengan mayoritas dari Desa Banjarejo.
“Penyerapan tenaga kerja sudah sesuai juknis. Yang penting ada kemauan dan profesionalitas,” ujarnya.
Bahkan dirinya mengajak media ikut mengawasi pelaksanaan SPPG di Kabupaten Malang maupun daerah lain agar program berjalan sesuai tujuan.
“Pengawasan media penting. Program yang baik lahir dari evaluasi dan masukan konstruktif. MBG harus kita jaga bersama,” tutupnya.






















