Sudutkota.id – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus dikebut. Bahkan, proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya ini progres pekerjaannya melampaui target awal.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Sekolah Rakyat Jombang merupakan bagian dari paket kontrak gabungan di lima wilayah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. Total nilai kontrak gabungan proyek tersebut mencapai Rp1,165 Triliun.
Site Manager PT Waskita Karya, Dwi Setiawan, mengatakan hingga minggu ke-9 pelaksanaan, progres pembangunan telah melampaui rencana kumulatif yang ditetapkan.
“Rencana kumulatif 5,75 persen, untuk realisasi sudah mencapai 7,27 persen. Deviasinya positif 1,52 persen. Saat ini pekerjaan sudah memasuki minggu ke-9 dan mendekati minggu ke-10,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan fisik di lapangan saat ini difokuskan pada struktur utama bangunan. Sejumlah tahapan yang tengah dikerjakan meliputi pemancangan, pembesian, serta pengerjaan kolom di beberapa gedung.
“Saat ini kami fokus pada proses pancang di beberapa gedung, kemudian pembesian dan pengerjaan kolom, untuk pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar dua bulan,” jelasnya.
Menurut Dwi, proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono ditargetkan rampung dalam waktu 365 hari kalender, atau hingga akhir Desember 2026.
Untuk menunjang kelancaran pekerjaan, berbagai alat berat telah dikerahkan di area proyek. Meski demikian, pihak kontraktor menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan kerja tetap menjadi prioritas utama.
“Di lokasi terdapat banyak alat berat. Untuk segi keamanan, kami menerapkan SOP ketat agar tidak terjadi mapping material maupun gangguan dokumentasi di area proyek,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dwi menyebut Sekolah Rakyat Jombang dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektare. Luas bangunan dibuat variatif karena terdiri dari beberapa gedung yang akan menunjang berbagai fasilitas Sekolah Rakyat.
“Luas lahan sekitar lima hektare dengan bangunan yang variatif karena terdapat beberapa gedung untuk fasilitas SR, ada fasilitas belajar, olahraga, dan makan,” pungkasnya.






















